Bahan Pembasmi Serangga (Insektisida)

Salah satu insektisida pembasmi nyamuk yang beredar di pasaran.

Bahan pembasmi serangga disebut juga insektisida. Serangga di rumah atau di kantor yang paling sering menggangu dan menjadi sasaran utama pembasmi serangga adalah nyamuk. Selain itu, berbagai jenis serangga lain seperti semut, kecoa, lipas, lalat, dan kutu busuk, juga merupakan sasaran pembasmi serangga.

Bahan pembasmi serangga tergolong zat yang bersifat racun. Zat ini tidak hanya beracun bagi serangga. Tetapi juga bagi berbagai jenis hewan lain, bahkan bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus hati-hati menyimpan bahan pembasmi serangga, terutama dari jangkauan anak-anak.

Sama seperti bahan pencuci, bahan pembasmi serangga juga tersedia dalam berbagai bentuk dan merek. Ada yang berupa padatan, ada pula yang berupa cairan. Cara penggunaannya juga beragam. Insektisida yang berupa padatan ada yang ditaburkan sebagai bubuk atau dikemas seperti kapur tulis, ada  juga yang harus dibakar. Sedangkan yang berupa cairan ada yang diuapkan dengan listrik, ada pula yang harus disemprotkan. Dalam penggunaan obat nyamuk semprot, ada yang disemprot dengan alat seperti pompa, ada pula yang sudah dikemas, sehingga siap pakai (berupa aerosol). Obat nyamuk semprot seringkali bermasalah karena tetesannya yang kurang halus, sehingga boros dan meninggalkan residu, sedangkan obat nyamuk yang sudah dikemas berupa aerosol, tetesannya lebih halus dan tidak meninggalkan residu tetapi harganya relatif mahal.

Berbagai jenis bahan kimia digunakan dalam pembasmi serangga. Di antaranya adalah propoksur, transflutrin dan permetrin.

Wangi Tidak Berarti Aman

Berbagai jenis produk pembasmi serangga beredar di pasaran. Sekarang ini, bahkan ada produk pembasmi serangga yang diberi tambahan pewangi, sehingga mengesankan produk itu aman bagi manusia. Meskipun demikian, tidak ada pembasmi serangga yang aman bagi manusia. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang digunakan dalam pembasmi serangga tergolong zat yang beracun, tidak hanya bagi serangga itu sendiri, akan tetapi juga bagi manusia jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

Banyak iklan-iklan produk pembasmi serangga yang tidak mendidik, sehingga masyarakat pengguna produk menjadi salah kaprah dalam menggunakan produk tersebut. Jadi, meskipun wangi, tidak berarti produk tersebut aman jika terhirup oleh kita. Dalam jangka pendek, pembasmi serangga yang terhirup mungkin tidak akan terasa pengaruhnya bagi kesehatan kita. Akan tetapi, dalam jangka panjang dapat berpengaruh buruk pada kesehatan, misalnya dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam penggunaannya.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers