Hambatan dalam Penyebaran Agama Kristiani pada Masa Penjajahan Belanda

Perkembangan agama kristiani di Indonesia mengalami berbagai macam hambatan. Hal ini jauh berbeda dengan penyebaran agama Hindu-Buddha dan Islam. Hambatan-hambatan itu disebabkan oleh faktor-faktor berikut ini.

a.  Rasa curiga terhadap para misionaris

Para rohaniawan singgah ke Indonesia bersama dengan armada dagang Eropa baik Portugis, Spanyol maupun Belanda. Tugas utama mereka mengurus keperluan rohani para awak. Lama-kelamaan, para rohaniawan tergerak untuk menyebarkan agama kristiani kepada penduduk asli.

Para penguasa dan penduduk pribumi, pada umumnya menaruh curiga terhadap para rohaniawan tersebut. Para rohaniawan dianggap sebagai sekutu bangsa-bangsa kolonial. Tindakan penindasan yang dilakukan para pedagang maupun pemerintah kolonial, menimbulkan kesan bahwa Kristen identik dengan kolonialisme. Padahal para rohaniawan tersebut datang dengan maksud damai. Keadaan menjadi semakin parah jika orang-orang yang ikut dalam armada Portugis dan Belanda tersebut merupakan kalangan yang dibuang karena tindak kriminal di negaranya. Di Indonesia, sepak terjang mereka yang buruk, merugikan usaha para rohaniawan untuk menyebarkan agama kristiani.

b.  Adanya campur tangan penguasa Kolonial

Usaha-usaha penyebaran agama kristiani sering kali dimanfaatkan oleh penguasa kolonial. Para pengusaha ataupun pemerintah kolonial yang ada umumnya lebih mementingkan keuntungan ekonomi sering kali melakukan campur tangan dalam urusan gereja. Hal ini mengakibatkan penyebaran agama kristiani dilakukan dengan cara serupa dengan kegiatan kolonialisasi.

Sejak Kapan Indonesia Mengenal Agama Kristiani ?

Sesungguhnya, penyebaran agama Kristen di Indonesia merupakan bagian dari kegiatan penyebaran Kristen ke seluruh dunia. Penyebaran agama Kristen sebenarnya sudah mulai dilakukan semasa penjelajahan samudra.

Penyebaran Kristen Katolik dirintis oleh rohaniawan (pastor dan biarawan) sedangkan penyebaran Kristen Protestan dirintis oleh para pendeta atau pengabar Injil. Lantas, sejak kapan agama Kristen di Indonesia mulai disebarkan? Ternyata penyebaran Kristen di Indonesia sudah mulai dirintis oleh dua rohaniawan Fransiskan dari Italia. Pada abad VII M, sudah ada perkampungan Kristen di Fansur, dekat Barus, Sumatra Utara. Keberadaan umat Kristen di daerah tersebut dimuat dalam catatan sejarawan Mesir, Sheik Abu Salih al-Armini. Namun, pada abad-abad berikutnya perkampungan itu tidak diketahui lagi kabar beritanya.

Pada tahun 1321, rohaniawan Fransiskan bernama Oderico de Pordonone singgah ke Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Ia berkunjung dalam rangka perjalanannya ke Cina dari Eropa. Ia sempat berkunjung ke Istana Majapahit dan bandar Lamuri di Aceh. Pada tahun 1347, rohaniawan bernama Joao de Marignolli sempat berkunjung ke Istana Samudera Pasai dan disambut hangat di istana tersebut.

Hal-hal di atas memang belum memperlihatkan tumbuhnya pengaruh Kristen ke Indonesia. Namun setidaknya sudah ada interaksi meskipun dalam tahap awal antara penduduk Nusantara dengan rohaniawan-rohaniawan penyebar agama kristiani.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 27 other followers