Protein Sebagai Bahan Pembangun Tubuh

Sampai batas usia tertentu, tubuh manusia akan mengalami pertumbuhan, yaitu bertambah tinggi dan besar. Hal tersebut disebabkan adanya proses pembelahan sel yang menghasilkan sel baru sehingga sel-sel tubuh bertambah banyak. Mungkin kita tidak menyadari atau merasakan bahwa tubuh kita yang dulunya pendek dan kecil sekarang bertambah tinggi dan besar. Hal ini terjadi karena setiap hari kita menyantap makanan yang cukup gizi terutama makanan yang mengandung protein. Oleh karena itu protein disebut zat pembangun, karena protein berperan dalam pertumbuhan. Selain itu, sel-sel tubuh kita juga dapat rusak atau tua sehingga perlu diganti oleh sel-sel yang baru. Untuk mengganti sel-sel juga diperlukan zat pembangun, yaitu protein.

Protein berguna sebagai bahan pembangun sel-sel dalam jaringan tubuh dan mengganti atau memperbaiki sel-sel dalam jaringan tubuh yang rusak. Oleh karena itu, anak-anak dalam proses pertumbuhan perlu mendapatkan protein yang cukup. Protein tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Beberapa protein tertentu, selain mengandung unsur-unsur tersebut juga mengandung unsur belerang atau sulfur (S) dan fosfor (P).

Protein dibentuk oleh berbagai macam asam amino. 20 asam amino diperlukan untuk membentuk protein-protein dalam tubuh manusia. 10 asam amino di antaranya tidak dapat dibuat di dalam tubuh manusia, sehingga diperoleh dari makanan yang mengandung protein. Karena sangat penting bagi tubuh, maka 10 asam amino tersebut disebut asam amino esensial. Asam amino yang lain dapat dibentuk oleh tubuh. Asam amino ini disebut asam amino non-esensial. Setelah melalui proses pencernaan, protein diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino.

Protein yang kita makan dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan dari tumbuhan (protein nabati). Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu, dan keju. Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai (tempe, tahu), kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya. Kacang kedelai merupakan salah satu sumber protein yang terbaik.

Sumber bahan makanan yang mengandung protein.

Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan kondisi orang tersebut. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein antara lain : usia, berat badan, jenis kelamin, kondisi tubuh, dan penyakit. Misalnya, seorang anak yang sedang mengalami pertumbuhan memerlukan lebih banyak protein daripada orang dewasa. Umumnya, orang dewasa membutuhkan sebanyak satu gram untuk setiap kilogram berat badan setiap hari.

Seseorang yang kekurangan protein, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan dapat menderita penyakit kwashiorkor. Penyakit ini menyebabkan terjadinya hambatan pertumbuhan, otot tidak berkembang dengan baik, menurunnya respon saraf psikomotorik, dan biasanya warna rambut pirang serta mudah rontok. Bila kekurangan protein ini berlanjut, maka dapat menyebabkan terjadinya penyakit busung lapar atau hongeroedem. Penyakit ini biasanya ditandai oleh timbulnya pembengkakan (udema), terutama pada kaki.

Penyakit busung lapar disebabkan karena kekurangan protein.

Selain sebagai bahan pembangun tubuh, protein juga berfungsi sebagai berikut :

  • Sebagai penghasil energi, meskipun bukan sebagai energi utama. Setiap 1 gram protein menghasilkan 5,3 kalori.
  • Membuat substansi penting, misalnya enzim dan hormon yang membantu proses metabolisme tubuh.
  • Menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.