Masalah Bagi Remaja Perokok

Selain bisa menyebabkan kematian dan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Remaja yang sudah merokok diketahui bisa memicu berbagai masalah yang muncul. Berikut performa remaja si perokok.

Merokok saat remaja membuatnya berisiko kena masalah kesehatan yang serius karena masih berada pada usia pertumbuhan. Rokok ini tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada tingkat fisik namun juga emosionalnya.

Para ahli mengungkapkan risiko kesehatan merokok pada remaja jauh lebih buruk dibanding dengan orang dewasa yang merokok.

Berikut ini beberapa masalah yang bisa muncul jika remaja merokok yang bisa terlihat dari penampilannya, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (19/5/2012) yaitu:

1.   Mengganggu performa di sekolah

Remaja yang merokok akan mengalami penurunan dalam nilai olahraganya karena tidak bisa berjalan jauh atau berlari cepat seperti sebelum merokok. Jika ikut ekstrakurikuler musik akan membuatnya tidak maksimal saat main musik, serta menurunkan kemampuan memori otaknya dalam belajar yang bisa mempengaruhi nilai-nilai pelajarannya.

2.   Perkembangan paru-paru terganggu

Tubuh berkembang pada tahap pertumbuhannya, dan jika seseorang merokok pada periode ini bisa mengganggu perkembangan paru-parunya. Terlebih jika remaja merokok setiap hari, maka bisa membuatnya sesak napas, serta batuk yang terus menerus, dahak berlebihan dan lebih mudah terkena pilek berkali-kali.

3.   Lebih sulit sembuh saat sakit

Ketika remaja sakit maka mereka akan lebih sulit baginya untuk bisa kembali sehat seperti semula karena rokok mempengaruhi sistem imun di dalam tubuh. Rokok ini juga memicu masalah jantung di usia muda serta mengurangi kekuatan tulang.

4.   Kecanduan

Remaja yang merokok cenderung menjadi kecanduan terhadap nikotin yang membuatnya lebih sulit untuk berhenti merokok. Saat ia memutuskan untuk berhenti merokok, maka gejala emosional seperti depresi, insomnia, mudah marah dan masalah mentalnya bisa berdampak negatif pada kinerja sekolah serta perilakunya.

5.   Terlihat lebih tua dari usianya

Orang yang mulai merokok di usia muda akan mengalami proses penuaan lebih cepat (penuaan dini). Ia akan memiliki garis-garis di wajah serta kulit lebih kering sehingga penampilannya akan lebih tua dibanding usianya. Selain itu rokok juga membuat remaja memiliki jerawat atau masalah kulit lainnya, serta gigi yang kuning.

Advertisements

Ledakan Penduduk

Penduduk dunia saat ini mencapai lebih dari 6 miliar jiwa. Pada saat Anda selesai membaca paragraf ini telah terlahir kurang lebih 15 bayi ke dunia ini. Jadi, jangan kaget bila penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan berjumlah 9 miliar.

Setiap hari, banyak bayi lahir tetapi banyak pula yang meninggal. Kelahiran dan kematian adalah dua faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Sebelum abad XVIII, penduduk dunia tumbuh sangat lambat. Dari tahun 1750 sampai awal 1900, pertumbuhan penduduk dunia mulai meningkat cepat dan pada akhirnya sangat cepat. Peningkatan penduduk dunia yang cepat dan tiba-tiba disebut ledakan penduduk.

Ledakan penduduk dunia pada tahun 1900 terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah kelahiran dan penurunan jumlah kematian. Pada masa lalu, banyak penduduk mati karena perang, kelaparan, dan penyakit. Keadaan kemudian berubah ketika kemajuan teknologi menghasilkan pemeliharaan kesehatan yang lebih baik, persediaan pangan meningkat, dan tingkat higienis yang semakin baik.

Keadaan yang menyenangkan ini mendorong penduduk hidup lebih lama dan bayi-bayi lahir dengan sehat. Akibatnya, jumlah kelahiran melebihi jumlah kematian, sehingga jumlah penduduk dunia semakin meningkat pesat. Saat ini penduduk dunia terus tumbuh dan pertumbuhan cepat terjadi di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

Dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya diprediksi menghadapi peningkatan jumlah penduduk sebesar 57% dan 47% dalam 50 tahun ke depan. Hal ini berarti akan terjadi lonjakan jumlah penduduk dunia. Berdasarkan data penduduk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan penduduk dunia pada tahun 2050 berjumlah 9,6 miliar jiwa atau meningkat 3,5 miliar jiwa dari 6,1 miliar jiwa pada tahun 2000. Sedang penduduk Indonesia bertambah sebesar 98 juta jiwa dari 206,2 juta jiwa tahun 2000 menjadi 303,8 juta jiwa pada tahun 2050.

Sampai saat ini piramida penduduk dunia berbentuk limas atau kelompok umur muda karena hampir separuh (50%) jumlah penduduk dunia berumur ≤ 19 tahun dan hanya kurang dari 5% berumur > 65 tahun. Komposisi ini akan berubah drastis dalam 50 tahun ke depan. Penduduk umur ≤ 19 tahun tinggal 24% dan penduduk ≥ 65 tahun atau lanjut usia (lansia) bertambah menjadi 15%.

Perubahan komposisi penduduk yang serupa juga terjadi di Indonesia. Selama 50 tahun ke depan, penduduk umur ≤ 34 tahun jumlahnya bertambah 4%, penduduk umur 35-64 tahun jumlahnya naik 96%. Peningkatan paling tajam terjadi pada penduduk umur ≥ 65 tahun yaitu 504% selama 50 tahun mendatang.

Agar Anda lebih mudah memahami ledakan jumlah penduduk dunia dan Indonesia serta perubahan komposisinya dalam selang waktu 50 tahun, perhatikan tabel berikut ini.

Tabel 1
Jumlah penduduk dunia dan Indonesia dalam jangka waktu 50 tahun (2000 dan 2050).

Tabel 2
Jumlah penduduk Indonesia menurut kelompok umur dalam jangka waktu 50 tahun

Kira-kira 100 abad lalu (10.000 tahun lalu), jumlah penduduk dunia hanya 8 juta jiwa. Pada tahun pertama Masehi, jumlah penduduk dunia meningkat menjadi 300 juta jiwa. Jumlah ini berlipat dia menjadi 600 juta jiwa pada abad XVII. Ledakan penduduk dunia dimulai sejak abad XIX. Pada tahun1850, penduduk dunia meningkat pesat dengan jumlah 1 miliar jiwa dan menjadi 2 miliar jiwa pada tahun 1930. Berarti hanya dalam selang waktu 80 tahun jumlahnya berlipat dua.

Salah satu penyebab utama ledakan penduduk dunia adalah peningkatan harapan hidup. Harapan hidup penduduk dimulai abad XVII hanya mencapai 40 tahun. Sedang dalam beberapa abad terakhir rata-rata harapan hidup penduduk dunia mencapai 63 tahun. Hal ini disebabkan oleh penemuan-penemuan baru di bidang kedokteran dan usaha-usaha perbaikan keadaan hidup.

Ledakan penduduk dunia terutama diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang besar di negara-negara sedang berkembang. Di negara-negara ini usaha perbaikan kesehatan, sanitasi, dan nutrisi penduduk belum diimbangi oleh penurunan jumlah penduduk seperti yang telah terjadi di banyak negara industri.

Jenis Tanah di Indonesia

Jenis-jenis tanah yang terdapat di Indonesia, yaitu :

  1. Tanah aluvial adalah tanah yang terbentuk dari material halus hasil pengendapan aliran sungai. Umumnya terdapat di dataran rendah atau lembah. Tanah aluvial ini terdapat di pantai timur Sumatera, pantai utara Jawa, dan di sepanjang Sungai Barito, Mahakam, Musi, Citarum, Batanghari, dan Bengawan Solo.
  2. Tanah andosol adalah tanah yang berasal dari abu gunung api. Tanah andosol terdapat di lereng-lereng gunung api, seperti di daerah Sumatera, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera, dan Minahasa. Vegetasi yang tumbuh di tanah andosol adalah vegetasi pada hutan hujan tropis, bambu, dan rumput.
  3. Tanah regosol adalah tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Tanah regosol berupa tanah aluvial yang baru diendapkan. Tanah jenis ini banyak terdapat di Bengkulu, pantai Sumatera Barat, Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Material jenis tanah ini berupa abu vulkan dan pasir vulkan. Tanah regosol sangat cocok ditanami padi, tebu, palawija, tembakau, dan sayuran.
  4. Tanah kapur adalah tanah yang berasal dari batu kapur yang mengalami pelapukan. Tanah kapur terdapat di daerah perbukitan kapur Sumatera Selatan, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan. Tanaman yang dapat hidup di tanah kapur adalah palawija dan jati.
  5. Tanah litosol adalah tanah berbatu-batu. Materi pembentuknya berasal dari batuan keras yang belum mengalami pelapukan secara sempurna. Tanaman yang dapat tumbuh di tanah litosol, yaitu rumput ternak, palawija, dan tanaman keras.
  6. Tanah argosol atau tanah gambut adalah tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan rawa yang mengalami pembusukan. Jenis tanah ini berwarna hitam hingga cokelat. Tanah jenis ini terdapat di rawa Sumatera, Kalimantan, dan Papua. Tanaman yang tumbuh di tanah argosol adalah karet, nanas, palawija, dan padi.
  7. Tanah grumusol adalah tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Jenis tanah ini berwarna kelabu hitam dan bersifat subur. Tanah ini tersebar di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Nusa Tenggara, dan Sulawesi Selatan. Tanaman yang dapat tumbuh di tanah grumusol adalah padi, jagung, kedelai, tebu, tembakau, dan jati.
  8. Tanah latosol adalah tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Tanah ini berwarna merah hingga kuning, sehingga sering disebut tanah merah. Tanah latosol tersebar di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Papua. Tumbuhan yang dapat hidup di tanah latosol seperti padi, palawija, sayuran, buah-buahan, karet, cengkih, cokelat, kopi, dan kelapa sawit.

 

Pendidikan bagi Kaum Perempuan

Persoalan pendidikan di Indonesia seperti tidak ada habisnya terutama pendidikan bagi kaum perempuan. Kepala perwakilan UNICEF di Indonesia, Steven Allen, dalam peluncuran The State of The World’s Children Report beberapa waktu lalu menyampaikan banyaknya jumlah anak perempuan lulusan sekolah dasar yang tidak meneruskan ke SMP atau SMA. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah anak laki-laki yang tidak meneruskan sekolah.

Kondisi yang sama terjadi pada anak SD dan SMP yang putus sekolah (DO), yakni tidak sampai tamat sekolah di SD atau SMP. Jumlah anak perempuan yang DO juga sangat besar. Di sekolah dasar, enam di antara 10 anak yang berhenti sekolah adalah perempuan dan empat lainnya adalah laki-laki. Di sekolah lanjutan pertama pun demikian, yakni tujuh anak perempuan dibandingkan tiga anak laki-laki. Angka partisipasi sekolah di SD, baik perempuan maupun laki-laki, bisa mencapai 93 persen. Akan tetapi, saat masuk SMP, jumlah itu berkurang menjadi 60 persen. Siswa perempuan mendominasi pengurangan 40 persen tersebut.

Di Jawa Timur sebenarnya sudah ada peningkatan terhadap partisipasi perempuan dalam pendidikan. Setidaknya, 60 persen perempuan usia sekolah di Jawa Timur mengenyam pendidikan. Menurut pakar statistik ITS Surabaya, Kresnayana Yahya, daerah-daerah yang mempunyai angka partisipasi cukup bagus meliputi Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo. Di daerah-daerah di Madura, jumlah perempuan yang meneruskan pendidikan setelah lulus SD sangat kecil. Hal itu diperparah dengan jumlah perempuan yang putus sekolah (tidak sampai tamat) yang juga sangat besar.

Faktor yang dominan terhadap masih minimnya pendidikan bagi kaum perempuan adalah kultural dan ekonomi. Di daerah Madura, menurut survei, perempuan tidak dituntut meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan tidak dipandang sebagai hal penting yang akan menjadi bekal kehidupan.

Temukan Surga Biota Laut di Pulau Derawan

Pulau Derawan merupakan salah satu deretan pulau di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisinya yang masih asli dan belum tercemar serta kaya akan biota laut, menjadikan pulau Derawan ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)  sebagai salah satu destinasi unggulan di tahun 2012. Produk unggulan yang menjadi daya tarik pariwisata di Kepulauan Derawan ialah penangkaran penyu. Kemenparekraf, Pemerintah Daerah, LSM dan masyarakat setempat terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan penangkaran penyu tersebut. “Salah satu bentuk optimalisasi yang telah dilakukan yaitu kegiatan melepas tukik atau anak penyu ke laut lepas oleh wisatawan dengan membayar sejumlah uang kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini perlu dikembangkan karena bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat,” demikian diungkapkan Kepala Seksi Promosi Investasi Pariwisata Kemenparekraf, Antonius Karyanto, saat ditemui dikantornya, Senin (20/2).

Selain penangkaran penyu, masyarakat setempat juga memanfaatkan kedatangan wisatawan dengan  menyewakan rumah tinggal mereka menjadihomestay dan menjual oleh-oleh khas Derawan, seperti gantungan kunci dan baju bergambar Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan juga terkenal dengandiving spot-nya yang sangat indah dan arena pemancingan ikan laut yang sering dipadati oleh pekerja tambang yang sedang bertugas di sana.

Diakui Anton, wisatawan lokal yang datang ke Kepulauan Derawan didominasi oleh wisatawan asal Tarakan dan Samarinda. Hal Ini dikarenakan akses menuju Kepulauan Derawan masih sangat minim. “Untuk menuju ke sana, kita perlu melewati jalan darat dan udara. Akses jalan daratnya pun hingga kini masih terus dalam perbaikan,” ujar Anton.  Sementara wisatawan mancanegara didominasi wisatawan asal Jerman. Hal ini karena di Kepulauan Derawan terdapat  travel agent yang dikelola oleh warga Jerman bernama Nabuko.

Sejauh ini, upaya pemerintah setempat dalam mempromosikan dan memperkenalkan Kepulauan Derawan adalah dengan memanfaatkan jaringan internet. Saat ini, calon wisatawan lokal maupun mancanegara lebih sering menggunakan internet dan media sosial untuk mencari destinasi pariwisata untuk tujuan berlibur.

Terkait peningkatan akses menuju Kepulauan Derawan, rencananya akan dibuat bandara tambahan di daerah Samarinda.  “Sampai saat ini, sudah ada beberapa airlines yang akan bekerja sama, di antaranya Sriwijaya, Batavia, Trigana dan Merpati,” kata Anton.

Mengenai kekayaan biota laut, Anton mengatakan bahwa biota laut di Kepulauan Derawan memiliki jenis dan jumlah yang paling banyak di Indonesia. “Spesies biota laut di Kepulauan Derawan lebih banyak daripada spesies di Raja Ampat. Hal ini karena laut di Kepulauan Derawan merupakan wilayah laut tenang dan dalam, sehingga biota laut lebih nyaman hidup di sana,” jelas Anton.

Dengan kedalaman sekitar lima meter, terdapat beraneka ragam biota laut, di antaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita (blue ring octopus), nudibranchs, kuda laut (sea horses), belut pita (ribbon eel) dan ikan skorpion (scorpion fish). Pada kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai Blue Trigger Wall dengan panjang 18 meter. Dinamai demikian karena pada tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fish). Daya tarik lain Derawan adalah Danau Kakaban, danau purba berumur jutaan tahun yang di dalamnya terdapat jutaan ekor ubur-ubur tak menyengat. Danau jenis ini hanya ada dua lokasi di seluruh dunia, yakni Derawan dan Republik Palau.


Keindahan Kepulauan Derawan yang belum banyak tersentuh modernisasi menjadi daya tarik bagi wisatawan. Hal ini menjadikan ekosistem dan biota laut terlindungi dari perusakan akibat penyalahgunaan teknologi. Pemerintah dan rakyat serta pecinta wisata bahari perlu berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan ekosistem dan keindahan lingkungan agar tetap terjaga. Sedikit saja terjadi kesalahan dalam mengelola, maka akan berakibat fatal. Karena itu, masyarakat harus ikut terlibat dalam menjaga kelestarian dan keindahan ekosistem biota laut di Pulau Derawan.

Bahan Pembasmi Serangga (Insektisida)

Salah satu insektisida pembasmi nyamuk yang beredar di pasaran.

Bahan pembasmi serangga disebut juga insektisida. Serangga di rumah atau di kantor yang paling sering menggangu dan menjadi sasaran utama pembasmi serangga adalah nyamuk. Selain itu, berbagai jenis serangga lain seperti semut, kecoa, lipas, lalat, dan kutu busuk, juga merupakan sasaran pembasmi serangga.

Bahan pembasmi serangga tergolong zat yang bersifat racun. Zat ini tidak hanya beracun bagi serangga. Tetapi juga bagi berbagai jenis hewan lain, bahkan bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus hati-hati menyimpan bahan pembasmi serangga, terutama dari jangkauan anak-anak.

Sama seperti bahan pencuci, bahan pembasmi serangga juga tersedia dalam berbagai bentuk dan merek. Ada yang berupa padatan, ada pula yang berupa cairan. Cara penggunaannya juga beragam. Insektisida yang berupa padatan ada yang ditaburkan sebagai bubuk atau dikemas seperti kapur tulis, ada  juga yang harus dibakar. Sedangkan yang berupa cairan ada yang diuapkan dengan listrik, ada pula yang harus disemprotkan. Dalam penggunaan obat nyamuk semprot, ada yang disemprot dengan alat seperti pompa, ada pula yang sudah dikemas, sehingga siap pakai (berupa aerosol). Obat nyamuk semprot seringkali bermasalah karena tetesannya yang kurang halus, sehingga boros dan meninggalkan residu, sedangkan obat nyamuk yang sudah dikemas berupa aerosol, tetesannya lebih halus dan tidak meninggalkan residu tetapi harganya relatif mahal.

Berbagai jenis bahan kimia digunakan dalam pembasmi serangga. Di antaranya adalah propoksur, transflutrin dan permetrin.

Wangi Tidak Berarti Aman

Berbagai jenis produk pembasmi serangga beredar di pasaran. Sekarang ini, bahkan ada produk pembasmi serangga yang diberi tambahan pewangi, sehingga mengesankan produk itu aman bagi manusia. Meskipun demikian, tidak ada pembasmi serangga yang aman bagi manusia. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang digunakan dalam pembasmi serangga tergolong zat yang beracun, tidak hanya bagi serangga itu sendiri, akan tetapi juga bagi manusia jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

Banyak iklan-iklan produk pembasmi serangga yang tidak mendidik, sehingga masyarakat pengguna produk menjadi salah kaprah dalam menggunakan produk tersebut. Jadi, meskipun wangi, tidak berarti produk tersebut aman jika terhirup oleh kita. Dalam jangka pendek, pembasmi serangga yang terhirup mungkin tidak akan terasa pengaruhnya bagi kesehatan kita. Akan tetapi, dalam jangka panjang dapat berpengaruh buruk pada kesehatan, misalnya dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam penggunaannya.

Fungsi Antioksidan

Vitamin C adalah salah satu antioksidan terbaik untuk tubuh.

Antioksidan ditambahkan untuk mencegah ketengikan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak. Misalnya minyak goreng, keju, saus, roti, dan sereal.

Ketengikan pada bahan makanan terjadi karena lemak atau minyak mengalami suatu proses yang disebut oksidasi. Proses oksidasi itu berlangsung dengan melibatkan radikal bebas, yaitu suatu spesi kimia yang sangat reaktif. Nah, antioksidan bertindak menetralkan radikal bebas tersebut. Antioksidan akan mengikat radikal bebas tersebut membentuk suatu radikal yang kurang reaktif. Dengan begitu, proses oksidasi dapat dihambat.

Antioksidan ada yang diperoleh secara alami, ada pula yang sintetis. Contoh antioksidan alami antara lain lesitin, vitamin E, dan asam askorbat (Vitamin C). Contoh antioksidan sintetis antara lain BHA (Butylated Hidroxyanisole) dan BHT (Butylated Hidroxytoluene).

Catatan :

Radikal bebas juga dapat merusak sel hidup. Mengkonsumsi antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E, dapat memperlambat proses penuaan. Radikal bebas juga dapat mendegradasi berbagai bahan, seperti karet, bensin, dan minyak pelumas. Oleh karena itu, ke dalam karet, bensin, dan pelumas juga perlu ditambahkan antioksidan.