Amdal

Amdal adalah singkatan dari Analisis Mengenai Dampak Lingkungan. Amdal dimaksudkan untuk mengkaji dampak besar dan penting terhadap lingkungan hidup. Amdal dibuat pada tahap perencanaan dalam suatu kegiatan yang berdampak pada lingkungan hidup.

Peraturan Pemerintah Nomor 27 Tahun 1999 tentang Analisis Mengenai Dampak Lingkungan menyebutkan bahwa Amdal adalah kajian mengenai dampak besar dan penting untuk pengambilan keputusan suatu usaha dan/atau kegiatan yang direncanakan pada lingkungan hidup yang diperlukan bagi proses pengambilan keputusan tentang penyelenggaraan usaha dan/atau kegiatan. Amdal berguna untuk :

  1. Bahan bagi perencanaan pembangunan wilayah.
  2. Membantu proses pengambilan keputusan tentang kelayakan lingkungan hidup dari rencana usaha dan /atau kegiatan.
  3. Memberi masukan untuk penyusunan desain terperinci mengenai teknis dari rencana usaha dan/atau kegiatan.
  4. Memberi masukan untuk penyusunan rencana pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan hidup.
  5. Memberi informasi bagi masyarakat atas dampak yang ditimbulkan dari suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.

Selain itu, Amdal dapat memberikan alternatif solusi meminimalkan dampak negatif. Amdal juga dapat digunakan untuk mengambil keputusan tentang penyelenggaraan/pemberi izin usaha dan/atau kegiatan.

About Administrator W.L
Seorang yang selalu ingin belajar hal-hal baru dan menarik.

6 Responses to Amdal

  1. Pingback: Ecolabelling | Blog

  2. Ignatius.Wachjuadi says:

    Saya mempunyai wacana ingin membuka klinik hemodialyis sendiri.
    BAgaimana persiapan AMDAL yg hrs sy buat?

    • Wandy says:

      @Ignatius.Wachjuadi

      Terima kasih atas komentar yang diberikan.

      STANDAR MINIMAL yang harus anda penuhi antara lain :

      1. Ketenagaan
      1.1. Sarana Upaya Pelayanan Hemodialisis Di Luar Institusi Rumah Sakit mempunyai ketenagaan yang sekurang-kurangnya terdiri dari :
      a. Pemimpin atau penanggung jawab adalah seorang dokter umum atau dokter spesialis yang mempunyai pengetahuan dan pengalaman manajemen sarana pelayanan kesehatan dan bekerja purna waktu
      b. Tenaga medik yang terdiri dari
      b.1. Seorang dokter umum yang telah dilatih sekurang-kurangnya 3 bulan di pusat pelatihan yang diakui PERNEFRI dan akan bertugas sebagai dokter pelaksana purna waktu
      b.2. Seorang dokter spesialis penyakit dalam yang telah dilatih sekurang-kurangnya 3 bulan di pusat pelatihan yang diakui PERNEFRI dan akan bertugas sebagai dokter konsultan
      b.3. Seorang dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit ginjal hipertensi (internis-nefrologis) yang diakui oelh PERNEFRI dan akan bertugas sebagai pengawas
      c. Tenaga Perawat yang terdiri dari:
      c.1. Satu orang perawat mahir dialisis yaitu perawat yang telah menempuh pendidikan khusus dialisis dan perawatan ginjal intensif sekurang-kurangnya 4 bulan di pusat pelatihan yang diakui PERNEFRI dan telah berpengalaman kerja di unit hemodialisis
      c.2. Satu perawat biasa yaitu perawat lulusan SPK atau akademi keperawatan yang sudah dilatih merawat dan melakukan dialisis dengan pengawasan perawat mahir
      d. Tenaga Administrasi dan tenaga non medis lain sesuai kebutuhan
      1.2. Persyaratan administratif ketenagaan
      a. Pimpinan Sarana kesehatan diangkat dan diberhentikan dengan surat keputuan dari Badan hukum Pemilik
      b. Tenaga medis, perawat dan tenaga medis purna waktu mempunyai surat pengangkatan dari pimpinan sarana kesehatan
      c. Tenaga medis yang bekerja paruh waktu mempunyai surat izin dari atasan lansung tempat instasinya bekerja.
      d. Semua tenaga medis mempunai surat penugasan (SP) yang dikeluarkan Departemen Kesehatan dan Surat Persetujuan Tempat Praktek dari Suku Dinas Pelayanan Kesehatan setempat sesuai dengan ketentuan yang berlaku
      e. Jumlah tenaga dokter pelaksana minimal adalah 1 dokter untuk setiap 4 mesin hemodialisis dan jumlah tenaga perawat minimal adalah 1 perawat untuk setiap 2 mesin hemodialisis

      Selain itu, perlu anda perhatikan hasil buangan darah pasien yang mungkin telah kotor / zat-zat kimia dari klinik anda agar tidak dibuang di selokan / sungai, sebaiknya dirancang sebuah tempat pembuangan di yang menyerupai sistem pembuangan pada septic tank.

      Terima kasih.

      -Berbagi itu indah-

  3. Ignatius.Wachjuadi says:

    Apakah tenaga medis spt dokter harus standby di klinik atau cukup hanya kesediaannya saja. Yg dibukyina dgn surat penunjukan dan kesediaan pd awal pendirian.
    Sy baca di buku pedoman….satu dokter boleh maksimal dipakai di tiga tempat secara purna waktu. Di Malaysia tempat dialyis tidak ada dokter yg stand by di klinik tapi dia yg rekomen pasien tertentu utk hemo dialisis.
    Dan klinik punya hub khusus dgn (UGD) rumah sakit tertentu jikalau ada hal2 yg tdk diinginkan terjadi saat HD. Kaau tenaga perawat memang harus ada krn mereka juga yg mengoperasikan mesin HD kpd pasien.
    Bgmn dgn amdal klinik spt ini?
    Ada yg mengatakan perlu pengolahan limbah ada juga yg mensyaratkan kwalitas air minum. Mna satu yg harus dipenuhi utk memenuhi kriteria AMdal?
    Mohon replynya. Terimakasih.

    • Wandy says:

      Terima kasih atas komentarnya.
      Mengenai apakah tenaga medis harus stand by di klink atau tidak, tentunya hal ini harus dilihat dari aspek mana. Jika dilihat dari aspek ekonomi dan Anda memiliki dana yang cukup, tentunya lebih baik jika dokter selalu stand by di klinik karena kita tidak bisa menebak kapan pasien berkunjung (dengan konsekuensi upah dokter lebih tinggi daripada yang dibayar paruh waktu). Saya sarankan minimal harus ada 1 dokter umum yang stand by di klinik, sedangkan dokter spesialis boleh paruh waktu / stand by (tergantung trafik pasien yang berkunjung). Selain itu, perhatikan tata letak dan lokasi klinik yang ingin Anda dirikan, usahakan berada di pusat kota dan mudah diakses oleh masyarakat.
      Mengenai amdal, pengolahan limbah dan kualitas air minum sama pentingnya. Pengolahan limbah yang baik menjadikan lingkungan sehat dan masyarakat sekitar semakin percaya akan mutu pelayanan klinik. Air minum juga harus memenuhi kualitas standar air minum yang layak dikonsumsi.

      Terima kasih.

      -Berbagi itu indah-

      • Anonymous says:

        Terimakasih sudi membalas.
        Tentu saya ingin mulai usaha ini sesuai dgn kemampuan ekonomi saya.
        Sy masih bayangkan mulai dgn 4 mesin, jumlah minimum yg diharuskan. Cuma apakah dgn jumlah ini mampu mengcover dokter yg standby sy kurang yakin. Kalau mmg dokter paruh waktu diperbolehkan tentu ini opsi yg saya ambil.
        Maksud saya apakan hrs ada dokter yg standby menurut peraturan/undang2 di neg kita?
        Sy lihat di negri jiran Malaysia pusat HD tdk ada dokter yg standby, tetapi tentunya punya hubungan dgn Rumah Sakit tertentu jika ada hal2/kejadian yg diluar perkiraan.
        Kalau perawat dgn pengalaman HD mmg hrs stand by.
        Sy tdk begitu mengerti yg diharuskan AMdal itu air minum atau pengolahan limbah cairnya?
        Air minum jelas tinggal sambung PAM setempat, kalau limbah barangkali ada zat kimia atau consumables (jarum, selang2) tentu hrs jelas pembuangannya.
        Sy sudah survey bbrp lokasi di tengah kota yg strategis dan berencana menghubungi pemilik/pengelolanya.

        Sebenarnya sy juga pesakit HD ( 3 tahun) jd sy berharap sy juga bisa rutin menjaga diri saya dr kelebihan Ureum dan Kreatinin sekaligus membantu orang lain yg sependerita dgn saya juga.
        Jadi menjelang pensiun bisa punya usaha yg bisa membantu kesehatan juga sosial masyarakat sekitar.
        Terimakasih saran anda.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: