Fungsi Antioksidan

Vitamin C adalah salah satu antioksidan terbaik untuk tubuh.

Antioksidan ditambahkan untuk mencegah ketengikan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak. Misalnya minyak goreng, keju, saus, roti, dan sereal.

Ketengikan pada bahan makanan terjadi karena lemak atau minyak mengalami suatu proses yang disebut oksidasi. Proses oksidasi itu berlangsung dengan melibatkan radikal bebas, yaitu suatu spesi kimia yang sangat reaktif. Nah, antioksidan bertindak menetralkan radikal bebas tersebut. Antioksidan akan mengikat radikal bebas tersebut membentuk suatu radikal yang kurang reaktif. Dengan begitu, proses oksidasi dapat dihambat.

Antioksidan ada yang diperoleh secara alami, ada pula yang sintetis. Contoh antioksidan alami antara lain lesitin, vitamin E, dan asam askorbat (Vitamin C). Contoh antioksidan sintetis antara lain BHA (Butylated Hidroxyanisole) dan BHT (Butylated Hidroxytoluene).

Catatan :

Radikal bebas juga dapat merusak sel hidup. Mengkonsumsi antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E, dapat memperlambat proses penuaan. Radikal bebas juga dapat mendegradasi berbagai bahan, seperti karet, bensin, dan minyak pelumas. Oleh karena itu, ke dalam karet, bensin, dan pelumas juga perlu ditambahkan antioksidan.

About Administrator W.L
Seorang yang selalu ingin belajar hal-hal baru dan menarik.

One Response to Fungsi Antioksidan

  1. Pingback: Teknologi Masa Depan | rosidahnurfadilah stmik pringsewu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: