Mengeluh atau Bersyukur?

Sadar atau tidak, secara tidak langsung terkadang manusia menghabiskan waktunya lebih banyak untuk mengeluh daripada bersyukur.

Mengeluh atas kondisi ekonomi,
Mengeluh atas kondisi lalu lintas yang macet,
Mengeluh atas pekerjaan di kantor,
Mengeluh karena pasangan tidak mau mengerti,
Mengeluh karena tidak mendapat promosi jabatan,
dan sebagainya.

Jika keluhan kita tidak membuahkan hasil, untuk apa kita masih mengeluh?

Tidak akan pernah ada solusi, sebelum sebuah tindakan diambil. Jangan cuma duduk dan protes, jangan cuma mengeluh sementara tidak pernah melakukan apa-apa.

Ingat, ketika ada situasi yang kurang berkenan pada diri kita, berarti kita selalu punya pilihan : “Mengeluh atau melakukan sesuatu untuk hidup kita.”

Tindakan kita lebih bernilai daripada keluhan.

Rasa syukur………..

  1. Membuat hidup kita lebih indah
  2. Membuat yang sedikit terasa cukup
  3. Mengubah apa yang kita miliki saat ini menjadi lebih berharga
  4. Mengubah rumah yang sempit terasa lapang dan nyaman
  5. Mengubah kekeruhan suasana menjadi kejernihan
  6. Mengubah kebencian di hati menjadi penerimaan
  7. Menciptakan kedamaian dan ketenangan di hati
  8. Mengubah emosi menjadi latihan kesabaran
  9. Menjadikan masa lalu sebagai kenangan manis
  10. Menjadikan hari esok penuh harapan

Bersyukurlah untuk MASA-MASA SULIT, karena itulah yang membuat kita KUAT & BERTUMBUH

Bersyukurlah untuk KETERBATASAN kita, karena itu memberi kita kesempatan untuk BERKEMBANG

Bersyukurlah jika kita LELAH, karena itu berarti kita masih DIPERCAYAKAN satu pekerjaan

Bersyukurlah atas SEMUA yang kita alami hari ini, karena itu adalah ANUGERAH TUHAN bagi kita.

Advertisements

FPI Oh FPI..

Saya kira dengan membaca judulnya saja, Anda bisa mengira-ngira apa yang bakalan saya tulis di sini. Apakah isinya tentang sisi positif FPI atau malah sisi negatifnya? Sebenarnya sudah lama saya ingin mengulas dan “curhat” tentang apa yang saya rasakan tentang ormas Islam satu ini. Saya kira tidak ada yang salah jika saya menulis opini sebebas-bebasnya dengan tetap memperhatikan aturan berpendapat dan beropini yang diizinkan di negeri ini. Kalau bukan di blog saya sendiri, di mana lagi saya bebas “bersuara”?

Ada baiknya kita mengetahui dulu apa itu FPI. FPI (Front Pembela Islam) adalah sebuah organisasi massa Islam yang berpusat di Jakarta dan diketuai oleh Habib Muhammad Rizieq Shihab. Selain beberapa kelompok internal yang disebut oleh FPI sebagai sayap juang, FPI juga memiliki kelompok Laskar Pembela Islam (LPI), kelompok paramiliter yang kontroversial karena melakukan aksi-aksi “penertiban” (sweeping) terhadap kegiatan-kegiatan yang dianggap maksiat atau bertentangan dengan syariat Islam terutama pada masa Ramadhan dan seringkali berujung pada kekerasan.

Oh ya, agar tidak bosan baca teks melulu, saya sisipkan foto setiap orang yang saya sebutkan di sini. Perhatikan wajah, mata dan alisnya. Anda sendiri tentu bisa menebak-nebak bagaimana karakter orang tersebut.

habib-rizieq

habib-rizieq-syihab

habib-rizieq2-130722b(3 foto di atas adalah pendiri FPI sekaligus Ketua Umum FPI saat ini : Habib Muhammad Rizieq Shihab)

 

Kita lihat yuk apa visi dan misi ormas ini. Langsung saya copy-paste aja deh dari salah satu blog pendukung FPI :

“Sesuai dengan latar belakang pendiriannya, maka FPI mempunyai sudut pandang yang menjadi kerangka berfikir organisasi ( visi ), bahwa penegakan amar ma´ruf nahi munkar adalah satu-satunya solusi untuk menjauh-kan kezholiman dan kemunkaran. Tanpa penegakan amar ma´ruf nahi munkar, mustahil kezholiman dan kemunkaran akan sirna dari kehidupan umat manusia di dunia.

FPI bermaksud menegakkan amar ma´ruf nahi munkar secara káffah di segenap sektor kehidupan, dengan tujuan menciptakan umat sholihat yang hidup dalam baldah thoyyibah dengan limpahan keberkahan dan keridhoan Allah ´Azza wa Jalla. Insya Allah. Inilah misi FPI.

Jadi, Visi Misi FPI adalah penegakan amar ma´ruf nahi munkar untuk penerapan Syari´at Islam secara káffah.”

 

Jujur, saya agak sedikit pusing membacanya karena terlalu banyak istilah Islam yang digunakan. Tapi inti yang saya dapat dari kutipan di atas adalah menegakkan syariat-syariat umat Islam di Indonesia, menjauhkan diri dari hal yang tidak benar (tapi seperti apa persisnya saya tidak tahu).

Well, dari sini sepertinya cukup positif ya visi dan misinya. Saya sendiri mendukung FPI kalau memang seperti ini tujuannya. Tapi bagaimanakah fakta di lapangan yang terjadi? Simak ulasan berikut ini.

 

1.  Insiden Monas

Insiden Monas adalah istilah yang digunakan oleh media dalam laporannya mengenai serangan yang terjadi pada aksi yang dilakukan oleh “Aliansi Kebangsaan Untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan” (AKKBB) di Monas pada 1 Juni 2008, tepat pada hari kelahiran Pancasila. Insiden ini bermula ketika AKKBB akan menggelar aksi di Monas, Jakarta, pada 1 Juni 2008 namun belum lama aksi dimulai, kumpulan masa AKKBB diserang oleh masa beratribut FPI. Massa FPI memukuli anggota Aliansi Kebangsaan dengan berbagai cara, anggota FPI tak berhenti menyerang mereka juga menghancurkan peralatan pengeras suara, merusak dan membakar spanduk. Tercatat 14 orang terluka dan sembilan di antaranya dirujuk ke rumah sakit.

Munarman sebagai ketua Laskar Islam menyatakan bahwa penyerangan itu dilakukan karena aksi ini merupakan aksi kelompok pendukung Ahmadiyah, dan bukan untuk peringatan hari Pancasila. Munarman juga mengkoreksi pemberitaan media yang melibatkan FPI sebagai pelaku, dan menyatakan bahwa penyerangan itu dilakukan oleh Komando Laskar Islam. Ketua Forum Umat Muslim, Mashadi, juga menunjukkan video yang diklaim sebagai provokasi kepada pihak FPI dan menyebabkan FPI menyerang AKKBB. Video tersebut berisi gambar seorang peserta aksi yang diduga kelompok aliansi akan mengeluarkan senjata, namun tak jelas bentuknya.

68964_620164683_620(dua foto di atas adalah Munarman)

2.  Kekerasan FPI terhadap wanita (Oming)

Ni Nyoman Aisanya Wibhuti atau yang dipanggil Oming merupakan anggota dari National Integration Movement (NIM) atau Gerakan Integrasi Nasional. Wanita ini menjadi korban pada peristiwa Monas 1 Juni 2008 yang dipukul oleh FPI.

Tetapi FPI berkali-kali menyangkal bahwa telah melakukan kekerasan kepada wanita. Video ini dibuat agar masyarakat tahu informasi yang sebenarnya. Korban sendiri yang bersaksi melalui video ini sekaligus untuk memberi kesadaran kepada masyarakat bahwa kekerasan bukanlah sebuah solusi. Kekerasan tidak akan pernah menyelesaikan masalah.

Simak videonya berikut ini.

 

3.  Kekerasan FPI terhadap wanita (Isti)

Istiqomah Hastari, seorang wanita, partisipan dari Gerakan Islam Anti Kekerasan (Gema Istisan) atau Islamic Movement for Non Violence (IMN) menjadi korban penganiayaan aktivis FPI di ruang pengadilan Jakarta Pusat pada tanggal 28 Agustus 2008.

Mereka (FPI) menyangkal perbuatan tersebut padahal videonya dengan jelas memperlihatkan adegan penganiayaan tersebut. Ucapan mereka sangat tidak sesuai dengan prilaku yang diperlihatkan.

Banyak aparat kepolisian yang melihat dan seperti mendiamkan saja kejadian tersebut. Pelakunya sama sekali tidak ditangkap. Ini karena kita semua diam dan tidak perduli. Sikap kita inilah yang membuat aparat kita mendiamkan kejadian ini.

Semoga dengan video ini, masyarakat dapat melihat kejadian sesungguhnya dan sadar untuk kemudian bersama-sama bersuara, bertindak melawan kekerasan atas nama apapun.

 

4.  Kesaksian para perempuan korban kebiadaban FPI

KabarIndonesia – Para korban perempuan kebiadaban FPI, antara lain Ni Wayan Sukmawati dan Ni Komang Ainisyah Wiputi mengalami trauma berat karena tindakan biadab FPI  dalam peringatan hari lahir Pancasila ke-63 pada 1 Juni 2008 di Monas.

Selain itu mereka juga merasa dilecehkan harkat dan martabatnya sebagai perempuan dan Ibu  jika mengingat tindak penyerangan tersebut.

Ni Komang Ainisyah menuturkan bagaimana massa FPI menyerang dengan beringas sekali. Padahal sebagian besar peserta aksi damai Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (AKKBB) adalah perempuan dan anak-anak.

“Awalnya didorong-dorong dari belakang. Tapi lama-kelamaan, mereka (masa penyerang dari Front Pembela Islam/FPI) mengarahkan pukulan ke kepala saya berkali-kali,” papar  Komang Ainisyah dalam acara testimoni korban kekerasan insiden Monas berdarah-Pancasila terluka di Denpasar pada hari Jumat (13/6).

Akibat kekerasan tersebut, Komang Ainisyah mengalami gagar otak yang dampaknya permanen. “Kadang-kadang, kepala saya masih pusing,” tuturnya.

Selain itu Komang Ainisyah mengaku trauma, misalnya kalau melihat tayangan televisi yang menggambarkan kekerasan di Monas, berdiri bulu romanya alias merinding.

Hal senada juga disampaikan oleh Ni Wayan Sukmawati. Kalau mengingat peristiwa di Monas, Sukmawati bahkan merasa dilecehkan. “Merasa terhina, karena saat peristiwa itu adalah Hari Kelahiran Pancasila yang seharusnya menjunjung nilai-nilai nasionalisme, bukan malah menodainya dengan darah sesama anak bangsa,” tutur Sukmawati.

Sukmawati mengaku kadang merasa kecewa dengan wacana publik yang berkembang saat ini, karena mengalihkan isu rusuh Monas ke isu agama. “Padahal, itu adalah sebuah upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa, bukan karena suatu agama,” tandasnya.

Sukmawati juga mengalami luka memar di sekujur tubuhnya akibat penyerangan di Monas. Ibu dua anak ini berharap segenap masyarakat untuk bersuara dan mengutuk keras setiap aksi yang menggunakan cara-cara barbarian di Indonesia tercinta ini.

Kenapa Komang Anisyah dan Sukmawati ada di Monas saat kerusuhan terjadi? Kedua perempuan Bali ini berada di Monas saat itu, karena mereka aktivis perempuan yang tergabung dalam National Integration Movement (NIM).

Komang Anisyah menjabat sebagai Bendahara NIM Pusat. Bersama Sukmawati, Komang Anisyah memegang peran penting dalam aksi damai peringatan Hari Kelahiran Pancasila di Monas bersama AKKBB. Aksi yang dihadiri oleh 60 organisasi kemasyarakatan yang lintas suku, agama, ras, profesi,  dan golongan itu murni untuk membangkitkan rasa persatuan dan kerukunan bangsa dengan mengambil momentum hari kelahiran Pancasila yang notabene diamini sebagai dasar negara ini.

“Kami sepenuhnya mengedepankan semangat persatuan dan kerukunan bangsa yang dipelopori para pendiri bangsa tempo dulu. Tidak ada yang membiayai dengan kepentingan tertentu,” katanya dalam keterangan pers dipimpin oleh Dr. Sayoga selaku Direktur Eksekutif NIM.

Sesuai rencana, kata Maya Safira Muchtar selaku penggagas dan juga Ketua Umum National Integration Movement (NIM), acara testimoni serupa akan digelar  di Yogyakarta (14/6) dan daerah lainnya, agar masyarakat tahu kejadian yang sebenarnya di Monas pada 1 Juni 2008 tersebut. (Penulis : Nugroho Angkasa S.Pd)

 

5.  Insiden penyiraman air Munarman ke Tamrin Tomagola.

Insiden penyiraman air oleh Jubir FPI kepada sosiolog UI Tamrin Tomagola, terjadi karena pembicaraan Munarman sempat ditimpali oleh Tamrin. Munarman emosi dan menyiramkan gelas berisi teh manis ke wajah Tamrin.

Insiden itu terjadi sekitar pukul 07.45 WIB di Wisma Nusantara, Jakpus, Jumat (28/6/2013). Kala itu diskusi membahas pelarangan sweeping tempat hiburan malam. Selain sosiolog UI Tamrin Tomagola dan Jubir FPI Munarman, hadir juga Karopenmas Polri, Brigjen Pol Boy Rafli Amar live dari Mabes Polri.

 

Nah, sekarang udah lihat sendiri kan bagaimana FPI itu adalah kelompok barbar?!

OK, tarik nafas panjang dulu. Jangan langsung emosi. Sekarang mari kita lihat dari sudut pandang yang lain. Saya akhir-akhir ini mencari data di internet, googling sana sini dan lihat video youtube yang menceritakan beberapa kebaikan FPI. Dalam dialog singkat yang saya lihat di youtube antara Ketua Umum FPI (Habib Muhammad Rizieq Shihab) dengan Jaya Suprana, Habib Rizieq mengklaim bahwa semua pemberitaan negatif tentang FPI adalah salahnya media. Karena media hanya mengekspos kekerasan dan tindakan anarkisnya saja. Padahal dalam pengakuan Rizieq, ketika tsunami Aceh 2004 lalu FPI membantu para korban dengan mengangkat mayat, ikut membantu mendirikan posko, memberikan bantuan baik moral atau barang. Bahkan ketika terjadi banjir (saya lupa di mana tempatnya), FPI mengirimkan beras. Nah, itu kok tidak diekspos media? Kenapa hanya sisi “barbar”nya saja yang diekspos?

Saya pribadi akan langsung menjawab masalah ini. Jawabannya adalah : INI SUDAH HUKUMNYA! MEMANG BEGITULAH MEDIA CARI BAHAN & TOPIK. Makanya jangan berbuat sesuatu yang “luar biasa” dan “mengagumkan” seperti kekerasan fisik. Jika Anda ingin tahu lebih lanjut apa yang saya maksudkan, silahkan klik link berikut :

http://www.nabawia.com/read/572/mengapa-fpi-anarkis

 

Nah, kesimpulannya FPI tidak perlu berdalih. Tidah usah mencari-cari alasan mengapa banyak masyarakat yang resah dan tidak menyukai ormas berkedok Islam ini. Menurut saya, FPI HARUS BUBAR! Organisasi ini bahkan tidak mampu memimpin dirinya sendiri. Jika kita bertanya kepada mereka (FPI) tentang adanya tindakan kekerasan/laporan yang barusan terjadi, pasti akan dijawab dengan gampang : OK, NANTI KITA CEK DULU. KITA TELITI DULU DATA-DATANYA. LALU KETIKA ORANG LAIN MEMBAWA BUKTI, MEREKA AKAN MENJAWAB : OH ITU KAN BELUM TENTU TERJADI. KITA CEK DULU.

Begitulah mereka dengan acuh tak acuh meresponnya. Seolah-olah semua kebenaran ada di tangan FPI. Ini SUNGGUH KETERLALUAN! Maksud saya yang keterlaluan di sini bukan FPI, karena mereka memang belum mampu menghormati hak-hak warga negara, dan bagaimana kita sebagaimana seorang warga negara yang baik, yang taat kepada hukum dan aturan yang berlaku. Yang keterlaluan menurut saya adalah : KITA, RAKYAT INDONESIA! KITA SUNGGUH KETERLALUAN! KOK  KITA BIARKAN MEREKA BERTINDAK SEPERTI ITU?! INI SUDAH TERLALU LAMA! SUDAH CUKUP! Persoalan dengan FPI bukan hanya sekedar masalah maksiat saja. Alibi mereka memang dari dulu hanya sekedar maksiat dan maksiat melulu. Dan saya ingin tahu, hasilnya apa? Sudah berapa yang bertobat? Sudah berapa yang insyaf?

Saya sering membaca dan mendengar laporan dari berbagai daerah. Berdasarkan laporan yang dikupas oleh RSCC (Ratna Sarumpaet Crisis Centre), tindakan FPI telah mencakup berbagai hal. Memang ada beberapa hal yang baik, tetapi didominasi oleh tindakan semena-mena, seolah merekalah yang paling benar, yang paling kuat, yang paling berpengaruh.

Saya kira, FPI telah menjadi Public Enemy. FPI adalah musuh bersama. Sebaiknya FPI bercermin dahulu, evaluasi kembali tindakan-tindakan yang telah mereka lakukan kepada masyarakat. Rasanya mustahil jika FPI dibubarkan karena pihak luar, saran saya ada adalah sebaiknya FPI membubarkan diri terlebih dulu. Ga jadi “neraka” dan “kiamat” kan jika FPI bubar dulu sementara? Bercermin diri dulu, ikut pengajian lagi, belajar lagi tentang hak-hak kita sebagai warga negara, apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan oleh warga negara, bagaimana mengekspresikan pendapat dan menyampaikan pendapat di muka umum (bukan asal siram air jika lawan debat tidak setuju), dan yang paling penting adalah : EVALUASI SEBERAPA BANYAK FPI TELAH MENYAKITI ORANG LAIN.

Dalam setiap kasus FPI yang terjadi, POLISI dalam hal ini juga BERMASALAH. Polisi seringkali tunduk, tidak berdaya, takut karena ancaman dan banyaknya massa FPI hanya karena FPI membawa-bawa nama agama. Sebentar lagi pemilu 2014. Dan jika tulisan saya masih dibaca sesudah terpilihnya presiden Indonesia yang baru (Prabowo atau Jokowi), semoga presiden terpilih kelaknya dapat dengan TEGAS memberantas ormas-ormas yang sering menimbulkan huru-hara, tidak seperti presiden SBY kita. Seandainya SBY MEMILIKI “AKAL SEHAT” sedikit saja, seharusnya dia tahu jika hal seperti ini adalah suatu masalah besar dan FPI HARUS DIBUBARKAN! Tidak harus menunggu Undang-undang. Masa’ ada masalah di negara ini, dia malah menunggu buat Undang-undang dulu, rapat dulu, kumpul-kumpul dengan DPR ini itu segala macam, sementara masalahnya sudah membesar dan semakin meluas.

Mengerikan bukan? Ya, sungguh mengerikan. Sebenarnya FPI itu minoritas karena tidak semua muslim di Indonesia tergabung dalam FPI, tetapi mereka berusaha menjadi mayoritas dengan mengajak setiap muslim agar bergabung dengan FPI, dan terjadilah “cuci otak” dalam pembauran ini sehingga massa FPI selalu bertambah dari waktu ke waktu. Dari lubuk hati saya yang paling dalam, saya sama sekali tidak membenci Islam. ISLAM ITU INDAH. Banyak tokoh muslim yang saya kagumi di negeri ini. Mulai dari pendiri bangsa kita Bung Karno dan Bung Hatta, Ibu Sri Mulyani yang saat ini menjabat sebagai Managing Director di World Bank, dan masih banyak lagi yang tidak mungkin saya sebut semuanya di sini. Mereka adalah orang-orang hebat beragama Muslim yang ramah. Tetapi entah kenapa masyarakat di Indonesia sudah mengganggap Islam itu seperti teroris. Bahkan di kota saya (Medan), beberapa teman yang non-muslim jika melihat orang muslim mengenakan baju putih, sorban putih dengan jenggotnya yang khas pasti “menghindar” dan merasa was-was. Saya sering mendapati mereka naik sepeda motor tanpa menggunakan helm. Bahkan orang yang diboncengnya pun tidak menggunakan helm, tetapi aparat kepolisian sepertinya takut untuk menindak tegas orang-orang seperti itu.

Sebagai penutup, saya hanya ingin menyampaikan bagi Anda semua yang membaca tulisan ini untuk MEMBUKA MATA, BUKA HATI, BUKA PIKIRAN. Kita hidup di tanah yang sama, tanah Indonesia. Jika bukan Anda dan saya yang peduli, lantas siapa lagi? Apakah hal semena-mena seperti ini akan dibiarkan begitu saja? Apakah kita hanya akan menonton saja, sementara mereka dengan seenaknya mengatur negeri ini. Mereka seolah-olah bisa menentukan buku mana yang boleh dibaca, film mana yang boleh ditonton, diskusi mana yang boleh berjalan, konser apa yang boleh diselenggarakan, ibadah dan gereja mana yang boleh dengan nyaman menjalankan ibadahnya . INI SUNGGUH MENGERIKAN. Sekali lagi, saya TIDAK membenci Islam, tetapi tindakan FPI sudah melewati ambang batas dantelah mengubah opini masyarakat yang non-muslim untuk mengganggap semua muslim itu “JELEK”. Bagi Anda yang terlahir di keluarga muslim dan sampai saat ini masih setia dengan Islam, tentu tidak bisa terima dan berpikir jika pernyataan saya ini sesat, berbau SARA, atau barangkali penghinaan dan penistaan terhadap agama. Yang saya tahu, bahwa Islam itu INDAH. Tetapi jangan sampai hanya karena tindakan sekelompok kecil ormas yang mengatasnamakan Islam, lantas semua Islam kena getahnya. Jika kondisi ini masih dibiarkan terus menerus dan tidak ada yang peduli, maka ketahuilah :

islam

 

Sekali lagi, tulisan ini bukan untuk menghina Islam, bukan untuk memojokkan agama tertentu. Ini hanyalah pemikiran saya, opini saya berdasarkan apa yang saya lihat dan baca di TV, internet, youtube, media massa. Akhir kata, semoga kita bisa menjadi warga negara yang baik, yang saling menghormati dan menghargai orang lain. Dengan bisa menghargai dan menghormati hak dan keragaman inilah semua tindakan kekerasan dan bentrokan bisa kita hindari.

Terima kasih.
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

Kenapa Harus Belajar Bahasa Mandarin?

Dalam upaya mendorong program kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi Indonesia-China, pada Juni 2013 lalu di Beijing telah digelar pertemuan kelompok ahli ke-2 untuk membahas program kerjasama bilateral dalam kurun 5 tahun ke depan. Pertemuan ini dikenal dengan nama The Second Expert Meeting of Indonesia-China Five Year Development Program.

Saat ini, masuknya perusahaan–perusahaan besar dan menengah China dan Taiwan dalam berbagai bidang, prospek lulusan Sastra China bekerja di perusahan global kian terbuka lebar, baik di sektor perbankan, pertambangan, konveksi, teknologi dan lainnya, Huawei, Sinopec, Bank of China, dan sebagainya. Perusahaan-perusahaan itu juga mulai melirik Indonesia sebagai tujuan investasi.

bahasa mandarin

Tentu saja, hal ini tersebut akan membutuhkan tenaga kerja yang selain mampu berkomunikasi dalam bahasa Mandarin dan Indonesia, juga memahami budaya kedua negara untuk meningkatkan efektivitas kerjasama dan interaksi tepat dalam menerjemahkan kebutuhan-kebutuhan antara kedua negara. Selain itu, kedudukan penting bahasa Mandarin sebagai bahasa Internasional kedua sangat menunjang prospek ke depan seseorang dalam wirausaha atau bisnis, khususnya untuk meluaskan pangsa pasar sampai ke seluruh pelosok dunia.

Pentingnya bahasa Mandarin, seiring kemajuan China, juga mendorong lebih lanjut akan kedudukan bahasa Mandarin dalam dunia internasional. Hal ini telah disadari juga oleh negara-negara maju dan memberikan banyak dana untuk mendorong sekolah-sekolah dan universitas untuk mengadakan dan meningkatkan kualitas program studi Bahasa Mandarin.

Hanban, yang dikenal sebagai Badan Nasional untuk Pengajaran Bahasa Mandarin sebagai Bahasa Asing yang didanai sepenuhnya oleh  pemerintah China, juga telah bekerja sama dengan National Association of Independent Schools, perwakilan dari sekolah swasta Amerika Serikat untuk mengirimkan perwakilannya ke China. Selain itu, masih banyak lagi kerjasama digelar dengan negara-negara Asia Afrika dalam pengajaran Bahasa Mandarin, termasuk diantaranya mendukung pendirian Confusius Institute di beberapa negara dalam bentuk kerjasama dengan universitas lokal negara-negara tersebut.

Dengan demikian, hal tersebut menunjukkan semakin pentingnya kesediaan tenaga-tenaga pengajar bahasa Mandarin di negara-negara tersebut. Maka, prospek seorang lulusan Sastra China untuk sukses di dunia industri maupun menjadi entrepreneur merupakan sesuatu hal yang dapat diraih melalui kerja keras dan rasa percaya diri berdasarkan penguasaan kompetensi Bahasa Mandarin.

 

Dominasi Mata Uang Yuan

Usaha Bank of China menjadikan yuan mata uang internasional makin terlihat. Pada bulan September 2013, yuan masuk dalam daftar 10 mata uang paling aktif untuk perdagangan internasional, ini merupakan yang pertama kali. Yuan masuk peringkat nomor 9, atau naik 8 peringkat dari 3 tahun lalu (2010).

yuan

Pada awal Desember 2013, Yuan Cina didaulat menjadi mata uang kedua paling banyak dipakai untuk transaksi global. Perusahaan telekomunikasi interbank Society for Worldwide Interbank Financial Telecommunication (SWIFT) mencatat penggunaan yuan di keuangan global mengalahkan mata uang negara Schengen, euro.

Pangsa para yuan mencapai 8,66 persen atas letters of credit dan koleksi mata uang pada Oktober 2013. Sedangkan kepemilikan euro hanya 6,64 persen.

Dalam pernyataan SWIFT yang dukutip dari laman Bloomberg, Rabu (4/12/2013), negara terbesar Eropa, Jerman, menjadi salah satu pengguna yuan untuk transaksi global. Padahal negara Angela Merkel tersebut menggunakan euro pada transaksi sehari-hari. Selain Jerman, yuan juga banyak dipakai sebagai transaksi keuangan oleh Australia, Singapura, dan Hong Kong.

 

when china rules the world

Dari uraian di atas, dan melihat begitu pesatnya perkembangan ekonomi negara China, lantas apa tindakan kita? Apakah menjadi penonton yang hanya bisa berpangku tangan dan melihatnya berlalu begitu saja? Untuk bisa menjadi yang terdepan, hal yang paling utama dan terutama adalah mempelajari bahasa mandarin. Kemampuan berbahasa mandarin akan menjadi nilai plus di masa depan. Di masa depan, ketika Anda fasih berbahasa inggris, orang-orang akan kagum kepada Anda. Tetapi ketika Anda fasih berbahasa mandarin, maka pekerjaan, karir, dan bisnis skala besarlah yang akan antri untuk dipinang oleh Anda. Suatu hari nanti, China akan memimpin dunia. Hal ini sangat jelas seperti yang dikatakan oleh Martin Jacques dalam bukunya : ” When China Rules the World”.

 

The choice is in your hand! Pilihan ada di tangan Anda. Jika bukan sekarang untuk memulai, kapan lagi?

 

 

Ledakan Penduduk

Penduduk dunia saat ini mencapai lebih dari 6 miliar jiwa. Pada saat Anda selesai membaca paragraf ini telah terlahir kurang lebih 15 bayi ke dunia ini. Jadi, jangan kaget bila penduduk dunia pada tahun 2050 diperkirakan berjumlah 9 miliar.

Setiap hari, banyak bayi lahir tetapi banyak pula yang meninggal. Kelahiran dan kematian adalah dua faktor penting yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk. Sebelum abad XVIII, penduduk dunia tumbuh sangat lambat. Dari tahun 1750 sampai awal 1900, pertumbuhan penduduk dunia mulai meningkat cepat dan pada akhirnya sangat cepat. Peningkatan penduduk dunia yang cepat dan tiba-tiba disebut ledakan penduduk.

Ledakan penduduk dunia pada tahun 1900 terutama disebabkan oleh peningkatan jumlah kelahiran dan penurunan jumlah kematian. Pada masa lalu, banyak penduduk mati karena perang, kelaparan, dan penyakit. Keadaan kemudian berubah ketika kemajuan teknologi menghasilkan pemeliharaan kesehatan yang lebih baik, persediaan pangan meningkat, dan tingkat higienis yang semakin baik.

Keadaan yang menyenangkan ini mendorong penduduk hidup lebih lama dan bayi-bayi lahir dengan sehat. Akibatnya, jumlah kelahiran melebihi jumlah kematian, sehingga jumlah penduduk dunia semakin meningkat pesat. Saat ini penduduk dunia terus tumbuh dan pertumbuhan cepat terjadi di Afrika, Asia, dan Amerika Selatan.

Dunia pada umumnya dan Indonesia pada khususnya diprediksi menghadapi peningkatan jumlah penduduk sebesar 57% dan 47% dalam 50 tahun ke depan. Hal ini berarti akan terjadi lonjakan jumlah penduduk dunia. Berdasarkan data penduduk dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) diperkirakan penduduk dunia pada tahun 2050 berjumlah 9,6 miliar jiwa atau meningkat 3,5 miliar jiwa dari 6,1 miliar jiwa pada tahun 2000. Sedang penduduk Indonesia bertambah sebesar 98 juta jiwa dari 206,2 juta jiwa tahun 2000 menjadi 303,8 juta jiwa pada tahun 2050.

Sampai saat ini piramida penduduk dunia berbentuk limas atau kelompok umur muda karena hampir separuh (50%) jumlah penduduk dunia berumur ≤ 19 tahun dan hanya kurang dari 5% berumur > 65 tahun. Komposisi ini akan berubah drastis dalam 50 tahun ke depan. Penduduk umur ≤ 19 tahun tinggal 24% dan penduduk ≥ 65 tahun atau lanjut usia (lansia) bertambah menjadi 15%.

Perubahan komposisi penduduk yang serupa juga terjadi di Indonesia. Selama 50 tahun ke depan, penduduk umur ≤ 34 tahun jumlahnya bertambah 4%, penduduk umur 35-64 tahun jumlahnya naik 96%. Peningkatan paling tajam terjadi pada penduduk umur ≥ 65 tahun yaitu 504% selama 50 tahun mendatang.

Agar Anda lebih mudah memahami ledakan jumlah penduduk dunia dan Indonesia serta perubahan komposisinya dalam selang waktu 50 tahun, perhatikan tabel berikut ini.

Tabel 1
Jumlah penduduk dunia dan Indonesia dalam jangka waktu 50 tahun (2000 dan 2050).

Tabel 2
Jumlah penduduk Indonesia menurut kelompok umur dalam jangka waktu 50 tahun

Kira-kira 100 abad lalu (10.000 tahun lalu), jumlah penduduk dunia hanya 8 juta jiwa. Pada tahun pertama Masehi, jumlah penduduk dunia meningkat menjadi 300 juta jiwa. Jumlah ini berlipat dia menjadi 600 juta jiwa pada abad XVII. Ledakan penduduk dunia dimulai sejak abad XIX. Pada tahun1850, penduduk dunia meningkat pesat dengan jumlah 1 miliar jiwa dan menjadi 2 miliar jiwa pada tahun 1930. Berarti hanya dalam selang waktu 80 tahun jumlahnya berlipat dua.

Salah satu penyebab utama ledakan penduduk dunia adalah peningkatan harapan hidup. Harapan hidup penduduk dimulai abad XVII hanya mencapai 40 tahun. Sedang dalam beberapa abad terakhir rata-rata harapan hidup penduduk dunia mencapai 63 tahun. Hal ini disebabkan oleh penemuan-penemuan baru di bidang kedokteran dan usaha-usaha perbaikan keadaan hidup.

Ledakan penduduk dunia terutama diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk yang besar di negara-negara sedang berkembang. Di negara-negara ini usaha perbaikan kesehatan, sanitasi, dan nutrisi penduduk belum diimbangi oleh penurunan jumlah penduduk seperti yang telah terjadi di banyak negara industri.

Pendidikan bagi Kaum Perempuan

Persoalan pendidikan di Indonesia seperti tidak ada habisnya terutama pendidikan bagi kaum perempuan. Kepala perwakilan UNICEF di Indonesia, Steven Allen, dalam peluncuran The State of The World’s Children Report beberapa waktu lalu menyampaikan banyaknya jumlah anak perempuan lulusan sekolah dasar yang tidak meneruskan ke SMP atau SMA. Jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah anak laki-laki yang tidak meneruskan sekolah.

Kondisi yang sama terjadi pada anak SD dan SMP yang putus sekolah (DO), yakni tidak sampai tamat sekolah di SD atau SMP. Jumlah anak perempuan yang DO juga sangat besar. Di sekolah dasar, enam di antara 10 anak yang berhenti sekolah adalah perempuan dan empat lainnya adalah laki-laki. Di sekolah lanjutan pertama pun demikian, yakni tujuh anak perempuan dibandingkan tiga anak laki-laki. Angka partisipasi sekolah di SD, baik perempuan maupun laki-laki, bisa mencapai 93 persen. Akan tetapi, saat masuk SMP, jumlah itu berkurang menjadi 60 persen. Siswa perempuan mendominasi pengurangan 40 persen tersebut.

Di Jawa Timur sebenarnya sudah ada peningkatan terhadap partisipasi perempuan dalam pendidikan. Setidaknya, 60 persen perempuan usia sekolah di Jawa Timur mengenyam pendidikan. Menurut pakar statistik ITS Surabaya, Kresnayana Yahya, daerah-daerah yang mempunyai angka partisipasi cukup bagus meliputi Surabaya, Gresik, Mojokerto, dan Sidoarjo. Di daerah-daerah di Madura, jumlah perempuan yang meneruskan pendidikan setelah lulus SD sangat kecil. Hal itu diperparah dengan jumlah perempuan yang putus sekolah (tidak sampai tamat) yang juga sangat besar.

Faktor yang dominan terhadap masih minimnya pendidikan bagi kaum perempuan adalah kultural dan ekonomi. Di daerah Madura, menurut survei, perempuan tidak dituntut meneruskan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Pendidikan tidak dipandang sebagai hal penting yang akan menjadi bekal kehidupan.

Temukan Surga Biota Laut di Pulau Derawan

Pulau Derawan merupakan salah satu deretan pulau di Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, Kalimantan Timur. Kondisinya yang masih asli dan belum tercemar serta kaya akan biota laut, menjadikan pulau Derawan ditetapkan oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf)  sebagai salah satu destinasi unggulan di tahun 2012. Produk unggulan yang menjadi daya tarik pariwisata di Kepulauan Derawan ialah penangkaran penyu. Kemenparekraf, Pemerintah Daerah, LSM dan masyarakat setempat terus berkoordinasi untuk mengoptimalkan penangkaran penyu tersebut. “Salah satu bentuk optimalisasi yang telah dilakukan yaitu kegiatan melepas tukik atau anak penyu ke laut lepas oleh wisatawan dengan membayar sejumlah uang kepada masyarakat setempat. Kegiatan ini perlu dikembangkan karena bisa menjadi sumber mata pencaharian bagi masyarakat,” demikian diungkapkan Kepala Seksi Promosi Investasi Pariwisata Kemenparekraf, Antonius Karyanto, saat ditemui dikantornya, Senin (20/2).

Selain penangkaran penyu, masyarakat setempat juga memanfaatkan kedatangan wisatawan dengan  menyewakan rumah tinggal mereka menjadihomestay dan menjual oleh-oleh khas Derawan, seperti gantungan kunci dan baju bergambar Kepulauan Derawan. Kepulauan Derawan juga terkenal dengandiving spot-nya yang sangat indah dan arena pemancingan ikan laut yang sering dipadati oleh pekerja tambang yang sedang bertugas di sana.

Diakui Anton, wisatawan lokal yang datang ke Kepulauan Derawan didominasi oleh wisatawan asal Tarakan dan Samarinda. Hal Ini dikarenakan akses menuju Kepulauan Derawan masih sangat minim. “Untuk menuju ke sana, kita perlu melewati jalan darat dan udara. Akses jalan daratnya pun hingga kini masih terus dalam perbaikan,” ujar Anton.  Sementara wisatawan mancanegara didominasi wisatawan asal Jerman. Hal ini karena di Kepulauan Derawan terdapat  travel agent yang dikelola oleh warga Jerman bernama Nabuko.

Sejauh ini, upaya pemerintah setempat dalam mempromosikan dan memperkenalkan Kepulauan Derawan adalah dengan memanfaatkan jaringan internet. Saat ini, calon wisatawan lokal maupun mancanegara lebih sering menggunakan internet dan media sosial untuk mencari destinasi pariwisata untuk tujuan berlibur.

Terkait peningkatan akses menuju Kepulauan Derawan, rencananya akan dibuat bandara tambahan di daerah Samarinda.  “Sampai saat ini, sudah ada beberapa airlines yang akan bekerja sama, di antaranya Sriwijaya, Batavia, Trigana dan Merpati,” kata Anton.

Mengenai kekayaan biota laut, Anton mengatakan bahwa biota laut di Kepulauan Derawan memiliki jenis dan jumlah yang paling banyak di Indonesia. “Spesies biota laut di Kepulauan Derawan lebih banyak daripada spesies di Raja Ampat. Hal ini karena laut di Kepulauan Derawan merupakan wilayah laut tenang dan dalam, sehingga biota laut lebih nyaman hidup di sana,” jelas Anton.

Dengan kedalaman sekitar lima meter, terdapat beraneka ragam biota laut, di antaranya cumi-cumi (cuttlefish), lobster, ikan pipa (ghostpipe fish), gurita (blue ring octopus), nudibranchs, kuda laut (sea horses), belut pita (ribbon eel) dan ikan skorpion (scorpion fish). Pada kedalaman sepuluh meter, terdapat karang yang dikenal sebagai Blue Trigger Wall dengan panjang 18 meter. Dinamai demikian karena pada tersebut banyak terdapat ikan trigger (red-toothed trigger fish). Daya tarik lain Derawan adalah Danau Kakaban, danau purba berumur jutaan tahun yang di dalamnya terdapat jutaan ekor ubur-ubur tak menyengat. Danau jenis ini hanya ada dua lokasi di seluruh dunia, yakni Derawan dan Republik Palau.


Keindahan Kepulauan Derawan yang belum banyak tersentuh modernisasi menjadi daya tarik bagi wisatawan. Hal ini menjadikan ekosistem dan biota laut terlindungi dari perusakan akibat penyalahgunaan teknologi. Pemerintah dan rakyat serta pecinta wisata bahari perlu berkomitmen untuk menjaga dan melestarikan ekosistem dan keindahan lingkungan agar tetap terjaga. Sedikit saja terjadi kesalahan dalam mengelola, maka akan berakibat fatal. Karena itu, masyarakat harus ikut terlibat dalam menjaga kelestarian dan keindahan ekosistem biota laut di Pulau Derawan.

Keragaman Fauna Indonesia

Meskipun luas total daratan Indonesia hanya 1,3% dari seluruh permukaan Bumi, Indonesia mempunyai 10% tumbuhan berbunga (27.000 jenis), 12% mamalia (515 jenis), 16% amfibi (270 jenis), dan 17% aves (1.539 jenis) (KLH Koplalindo, 1994). Tidak hanya itu, banyaknya pulau-pulau yang terisolasi membuat Indonesia kaya jenis flora dan fauna endemik. Kenyataan ini membuat beberapa peneliti membagi kawasan biogeografi flora dan fauna di Indonesia.

Wallace

Salah satunya adalah Alfred Russel Wallace. Dalam penjelajahannya di Nusantara antara 1854-1862, Wallace telah berhasil mengumpulkan 125.000 spesies mamalia, reptil, burung, kupu-kupu, dan berbagai jenis serangga. Di tahun 1856 dalam sebuah suratnya, ia menyatakan bahwa di Kepulauan Indonesia dihuni dua fauna yang berbeda, yaitu kawasan barat dan kawasan timur. Namun, batas kedua kawasan tersebut masih kabur. Selang beberapa waktu kemudian, di tahun 1859, berdasarkan pada penyebaran jenis burung, Wallace menetapkan Selat Lombok (laut sempit antara Lombok dan Bali) dan Selat Makassar (laut semput antara Sulawesi dan Kalimantan) ditetapkan sebagai pembatasnya. Baru di tahun 1863, Wallace secara tegas menuliskan batas biogeografi yang bertipe Asia mulai dari Selat Lombok berlanjut ke Selat Makassar, kemudian berbelok ke arah timur di selatan Filipina. Inilah yang kemudian terkenal dengan sebutan garis Wallace.

Setelah menetapkan garis biogeografi ini bermunculan reaksi yang melengkapi dan mengoreksi gagasan Wallace. Salah satunya Huxley di tahun 1869. Ia mengusulkan agar garis batas penyebaran hewan bertipe Asia itu lurus ke atas, tidak berbelok di selatan Filipina dan mengeluarkan Filipina dari kawasan yang bercorak Asia. Namun, garis awalnya sama dengan garis Wallace.

Di tahun 1904, Weber mengusulkan agar garis Wallace bergeser lebih ke timur. Garis ini diajukan untuk mengoreksi batas timur penyebaran hewan bercorak Asia daripada usulan Wallace. Weber kemudian menggeser batas penyebarannya hingga ke arah timur, menurutnya di sanalah batas paling seimbang, karena jumlah hewan bercorak Asia dan Australia berjumlah sama. Namun di tahun 1910, Wallace menentukan keunggulan hewan bercorak Asia di Sulawesi harus dicerminkan menggeser garis batas awal ke sebelah timur Sulawesi. Akan tetapi, Wallace juga menegaskan bahwa sesungguhnya garis Weber tidak tunggal, akan bisa berbeda-beda untuk setiap jenis hewan. Jadi sebenarnya garis Weber bersifat koreksi atas garis Wallace bukan sebagai pembatas bagian barat dari penyebaran hewan bercorak Australia. Lalu di mana batas paling barat dari penyebaran hewan yang bercorak Australia ?

Di tahun 1928 baru ditentukan garis batas paling barat dari penyebaran hewan yang bercorak Australia. Garis ini mengikuti batas kedalaman laut di Paparan Sahul. Inilah yang disebut garis Lydekker. Nah, dari penjelasan mengenai batas wilayah persebaran fauna di atas, pasti kamu bisa membayangkan bagaimana persebaran flora dan fauna di Indonesia.

Garis pembagian wilayah persebaran fauna Indonesia.

Ternyata, garis-garis yang telah ditentukan tersebut terbukti nyata apabila kita lihat persebaran jenis faunanya. Wilayah di sebelah barat garis Wallace mempunyai kekhasan, yaitu mempunyai ciri hampir sama dengan fauna yang terdapat di kawasan Benua Asia. Hal ini karena pada zaman es, Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan, serta pulau-pulau kecil yang ada disekitarnya merupakan bagian dari Asia atau menyatu dengan Benua Asia. Begitu pula dengan perairan laut dangkal yang mengelilingi pulau-pulau tersebut juga merupakan daratan yang menyatu dengan Benua Asia. Pada akhir zaman es, es mulai mencair dan disertai dengan adanya gempa, mengakibatkan wilayah daratan Benua Asia terpecah dan tersebar seperti sekarang ini. Bersamaan dengan kejadian tersebut terjadi pula persebaran flora dan fauna. Oleh karena itu, flora dan fauna di wilayah A atau wilayah Indonesia Barat mempunyai kesamaan dengan flora dan fauna di Benua Asia secara umum.

Kawasan antara garis Wallace dan Lydekker dinamakan kawasan Wallacea atau peralihan. Kawasan ini terdiri atas ribuan pulau yang terletak di kawasan oriental dan Australia. Pulau-pulau ini dikelompokkan menjadi tiga bagian, yaitu :

  1. Sulawesi dan pulau-pulau disekitarnya, termasuk Kepulauan Banggai dan Sula.
  2. Kepulauan Maluku.
  3. Kepulauan Nusa Tenggara.

Di kawasan Wallacea inilah terdapat fauna yang khas, tidak mirip Asia maupun Australia. Semua itu karena sejarah geologis yang rumit sehingga terjadi pencampuran fauna Asia dan Australia, serta evolusi berbagai jenis fauna endemik. Sejarah Pulau Sulawesi sebagai pulau terbesar di kawasan tersebut dapat menjelaskan persebaran faunanya. Sejarah tersebut dimulai kira-kira 200 juta tahun yang lalu ketika Gondwana Land mulai terpecah-pecah. Pecahan besar terombang-ambing oleh lempeng tektonik hingga terjadi pertemuan sementara antara Asia dan Australia. Pertemuan ini memungkinkan berpindahnya flora dan fauna. Jadi, Sulawesi yang sekarang dahulu menyatu dengan bagian Asia.

Berangkat dari sejarah alam yang kompleks ini, terbentuk keanekaragaman jenis fauna endemik yang sangat tinggi. Endemisitas yang tinggi antara lain terdapat pada kelompok ikan air tawar dengan 52 jenis endemik (77%) dan kelompok mamalia sebanyak 53 jenis dari 114 jenis. Terdapat juga 23 jenis ular endemik dari 64 jenis alam. Hewan lain yang khas yaitu babi rusa. Saat ini populasi babi rusa semakin berkurang dan menjadi hewan paling terancan di Sulawesi. Perkembangbiakan yang lambat, perburuan yang tidak terkendali, dan perusakan habitat mendorong kepunahan babi rusa. Selain babi rusa, masih ada hewan lain yang menjadi ciri khas di Sulawesi, seperti anoa, musang Sulawesi, kuskus, beruang, dan tangkasi.

Babi rusa.

Wilayah di bagian timur dari garis Lydekker adalah kawasan yang persebaran flora dan faunanya mempunyai kemiripan dengan yang ada di Australia. Ciri yang paling khas dari fauna di kawasan ini adalah mamalia yang berkantong. Di antaranya telah punah, yaitu beberapa jenis walabi dan bandikut. Fauna lain seperti kaskus, cenderawasih, kasuari, nokdiak, nata fem (Landak Papua).

Walaupun tiap wilayah mempunyai corak fauna sendiri-sendiri, tetapi tidak menutup kemungkinan terdapat fauna corak lain di wilayah yang tidak memiliki corak fauna tersebut. Contohnya, di kebun binatang pasti ada berbagai corak fauna Indonesia. Persebaran seperti ini merupakan hasil campur tangan manusia.