Kelainan dan Penyakit pada Sistem Pencernaan

Sistem pencernaan dapat mengalami gangguan karena kelainan alat pencernaan, infeksi kuman, atau pengaruh dari makanan-makanan tertentu. Beberapa kelainan dan penyakit pada sistem pencernaan antara lain sebagai berikut :

1.   Diare

Diare merupakan keadaan buang air besar yang terjadi terlalu sering dengan feses yang banyak mengandung air. Diare menyebabkan tubuh kehilangan banyak air. Diare yang berlangsung lama menyebabkan dehidrasi. Dehidrasi akan mengakibatkan tubuh terasa lemas karena banyak kehilangan air dan garam mineral.

Penyebab penyakit diare yang terpenting adalah peradangan usus (misalnya kolera dan disentri), kekurangan gizi (misalnya kelaparan dan kekurangan zat putih telur), keracunan makanan, atau tidak tahan terhadap makanan tertentu.

Diare dapat ditularkan melalui feses yang mengandung kuman penyebab diare. Feses tersebut dikeluarkan oleh penderita diare yang buang air besar di sembaran tempat. Feses akan mencemari lingkungan, misalnya tanah, sungai, atau air sumur. Orang sehat yang menggunakan air tercemar tersebut dapat tertular diare.

Penyakit diare diberi minum garam oralit. Fungsinya, untuk mencegah terjadinya kekurangan cairan tubuh akibat diare. Jika tidak ada oralit, diberi larutan garam-gula. Caranya, satu gelas air the (masak) ditambah dua sendok teh gula pasir dan seujung sendok teh garam dapur. Diaduk rata, dan diberikan kepada penderita sebanyak mungkin. Bila diare tidak berhenti dalam satu hari, segera bawa penderita ke dokter.

Pencegahan diare dapat dilakukan dengan cara berikut :

  • Buang air besar di WC, jangan di sembaran tempat.
  • Cuci tangan sebelum makan dan sesudah buang air besar.
  • Minum air dan makan makanan yang sudah dimasak.
  • Pada bayi, diberi ASI.

2.    Sembelit

Sembelit terjadi bila buang air besar lambat. Hal ini terjadi karena usus besar menyerap air secara berlebihan sehingga feses menjadi kering dan keras.

Beberapa faktor penyebab sembelit adalah :

  • Kurang minum
  • Kurang makanan berserat
  • Tidak membiasakan diri buang air besar setiap hari
  • Kurangnya aktivitas fisik
  • Kehamilan
  • Dalam kondisi sakit
  • Stress

Untuk membantu meringankan penderita sembelit, banyak minum air putih dan makan makanan yang banyak mengandung serat.

Jika penderita dibawa ke dokter maka dokter akan memberikan obat mineral oil atau docusate sodium. Obat-obat ini berfungsi untuk melunakkan kotoran, sehingga pembuangan feses melalui anus lebih mudah.

Beberapa tips berikut akan mencegah sembelit, yaitu :

  • Makan dengan jadwal teratur. Pilih makanan yang banyak mengandung serat, misalnya buah-buahan yang banyak mengandung serat, misalnya buah-buahan segar dan sayuran.
  • Hindari makan makanan berlemak tinggi dan terlalu manis.
  • Banyak minum air putih. Untuk laki-laki, rata-rata 2,9 liter per hari (12 gelas). Sedangkan untuk wanita 2,2 liter per hari (9 gelas).
  • Rajin berolahrga.
  • Biasakan buang air besar setiap hari.
  • Jangan menggunakan obat pencahar (pelancar buang air besar) secara berlebihan.

3.    Tukak Lambung (Maag)

Tukak lambung adalah luka pada lapisan lambung atau usus dua belas jari, yang dikenal dengan sakit maag. Gejala umum penyakit maag adalah pegal-pegal di punggung selama beberapa hari atau beberapa minggu. Gejala ini terjadi 2-3 jam setelah makan atau terjadi tengah malam ketika perut kosong. Gejala-gejala lainnya yaitu berat badan berkurang, kurang nafsu makan, kembung, mual, dan muntah-muntah.

Semula, sakit maag dianggap sebagai akibat terlalu banyak mengkonsumsi makanan pedas. Sampai akhirnya, di tahun 1982, Dr. Barry Marshall (seorang dokter gastroenterolog dari Australia) menemukan bakteri Helicobacter pylori) sebagai salah satu penyebab penyakit maag. Namun, penyakit maag juga bisa disebabkan penggunaan obat-obatan non-steroidal antiinflammatory agents, misalnya aspirin.

Gejala-gejala penyakit tukak lambung yang ringan dapat diobati dengan antasid. Namun, jika penyakit maag ini disebabkan oleh bakteri H. pylori, pengobatan dilakukan dengan pemberian antibiotik (misalnya tetracyclin dan amoxilin).

Penyebaran penyakit tukak lambung akibat infeksi bakteri H. pylori masih sulit diduga. Saat ini para peneliti sedang berupaya menemukan vaksin untuk mencegah infeksi ini.

4.    Radang Usus Buntu (Appendicitis)

Radang usus buntu merupakan akibat yang timbul dari infeksi yang terjadi pada usus buntu. Gejala penyakit ini adalah sakit perut. Sakit perut yang dirasakan biasanya di perut bagian bawah sebelah kanan. Perhatikan gambar berikut.

Lokasi rasa sakit yang dirasakan penderita radang usus buntu.

Radang usus buntu terjadi jika lubang yang menghubungkan usus buntu dengan usus besar tersumbat. Penyumbatan dapat terjadi karena lendir yang  menebal atau masuknya benda keras. Lendir atau benda keras ini lama kelamaan akan mengeras dan menyumbat lubang usus buntu. Selanjutnya bakteri yang secara alami berada dalam usus buntu menginfeksi dinding usus buntu. Infeksi inilah yang menyebabkan usus buntu meradang dan menimbulkan rasa sakit.

Radang usus buntu dapat diatasi dengan operasi. Operasi dilakukan untuk memotong usus buntu dan menutup lubang bekas pemotongan usus buntu.

5.    Radang pada Dinding Lambung (Gastritis)

Radang dinding lambung merupakan peradangan yang terjadi pada membran mukus yang melapisi lambung. Gejala radang dinding lambung misalnya kesulitan bernapas, feses hitam bercampur darah, sakit kepala, dan rasa tidak nyaman di perut bagian atas. Radang dinding lambung dapat disebabkan terhadap makanan tertentu, alkohol, obat-obatan (misalnya aspirin), racun (misalnya amonia dan merkuri), dan bakteri tertentu.

 

Radang dinding lambung (tanda panah)

Pengobatan radang dinding lambung bergantung pada penyebabnya. Misalnya, radang dinding lambung yang disebabkan racun diobati dengan anticholinergic seperti methantheline bromide. Radang dinding lambung yang disebabkan bakteri diobati dengan antibiotik. Radang dinding lambung dapat dicegah dengan menghindari alkohol, aspirin, dan membiasakan pola makan yang sehat dan seimbang.

Advertisements

Pertumbuhan dan Perkembangan Manusia

A.      Perbedaan Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan merupakan salah satu ciri makhluk hidup. Hal ini karena pertumbuhan merupakan proses yang berjalan sejajar dengan perkembangan. Namun demikian, antara pertumbuhan dan perkembangan dapat dibeedakan berdasarkan perubahan ukuran yang terjadi pada makhluk hidup.

Pertumbuhan adalah peristiwa perubahan biologis yang terjadi pada makhluk hidup berupa perubahan ukuran yang bersifat ireversibel (tidak berubah kembali ke asal). Perubahan ukuran yang terjadi pada pertumbuhan adalah perubahan ukuran volume, tinggi, masa, dan sebagainya.

Perubahan yang terjadi pada makhluk hidup seperti bayi menjadi orang dewasa atau tanaman mangga yang kecil menjadi tanaman dewasa dengan buahnya yang lebat, tidak hanya sebagai akibat pertumbuhan saja melainkan juga karena peristiwa perkembangan pada makhluk hidup tersebut. Pada manusia dan sebagian besar hewan yang semula diawali dengan pertemuan sel telur (ovum) dengan sperma, melalui pertumbuhan dan perkembangan menjadi janin, bayi, dan akhirnya menjadi orang dewasa. Terjadi pertumbuhan karena terjadi perubahan, yaitu janin menjadi orang dewasa. Seiring dengan pertumbuhan, terjadi perkembangan karena terjadi proses pendewasaan yang lebih sempurna.

Jadi, perkembangan dapat diartikan sebagai proses menuju tercapainya kedewasaan atau tingkat yang lebih sempurna pada makhluk hidup. Berbeda dengan pertumbuhan, proses perkembangan tidak dapat diukur sehingga tidak dapat dinyatakan secara kuantitatif. Perkembangan dapat dinyatakan secara kualitatif.

B.      Faktor-faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan dan Perkembangan

Pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup merupakan hasil interaksi antara faktor internal (dari dalam tubuh makhluk hidup sendiri) dan faktor eksternal (dari luar tubuh makhluk hidup). Faktor internal dan faktor eksternal yang mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup adalah gen, nutrisi, hormon, dan lingkungan.

1.       Gen (Genetik)

Gen adalah faktor pembawa sifat menurun yang terdapat di dalam sel makhluk hidup. Gen berpengaruh pada setiap struktur makhluk hidup dan juga perkembangannya, walaupun gen bukan satu-satunya faktor yang mempengaruhinya. Artinya, sifat-sifat yang tampak pada makhluk hidup seperti bentuk tubuh, tinggi tubuh, warna mata, warna bulu mata, warna rambut dan sebagainya dipengaruhi oleh gen yang dimilikinya.

 

Warna mata dipengaruhi oleh gen.

2.       Nutrisi (Makanan)

Nutrisi atau makanan berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan makhluk hidup. Fungsi nutrisi di antaranya adalah sebagai bahan pembangun tubuh makhluk hidup. Sampai batas usia tertentu manusia akan mengalami pertumbuhan, yaitu bertambah tinggi dan besar. Hal ini dapat terjadi karena setiap hari manusia makan makanan yang cukup bergizi. Nutrisi bagi sebagian besar hewan dan manusia dapat berupa protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral. Protein merupakan bahan pembangun sel-sel tubuh.
Read more of this post

Sistem Gerak pada Manusia

A. Gerak pada Manusia

Pada manusia dan vertebrata, gerakan tubuh melibatkan tulang dan otot. Tulang dan otot merupakan alat gerak yang berkaitan erat. Tulang tidak dapat berfungsi sebagai alat gerak bila tidak digerakkan oleh otot. Karena tulang tidak dapat bergerak dengan sendirinya tanpa bantuan otot, maka tulang merupakan alat gerak pasif. Sedangkan otot merupakan alat gerak aktif karena berperan sebagai penggerak tulang.

1. Rangka Tubuh Manusia

Rangka tubuh manusia terdiri dari tulang-tulang yang berhubungan satu sama lain. Rangka tersusun dari tulang. Jumlah tulang yang menyusun rangka manusia lebih kurang 206 potong tulang. Tulang berhubungan dengan tulang yang lain pada sambungan tertentu. Sambungan tersebut dapat membantu kelancaran gerakan tubuh. Jadi rangka memiliki peran penting dalam membuat gerakan tubuh. Karena rangka manusia terletak di bagian dalam tubuh, maka disebut rangka dalam (endoskeleton).

Rangka tubuh manusia tersusun dari tulang

Selain berfungsi membuat gerakan tubuh, rangka memiliki fungsi sebagai berikut :
a. Menegakkan atau menopang berdirinya tubuh.
b. Memberi bentuk tubuh, tanpa rangka tubuh kita tidak memiliki tubuh.
c. Melindungi organ-organ tubuh yang penting dan lunak seperti otak, jantung, paru-paru, dan mata.
d. Tempat melekatnya otot-otot rangka.
e. Tempat pembentukan sel-sel darah merah.

Berdasarkan jenisnya, tulang dibedakan menjadi dua macam, yaitu tulang rawan (kartilago) dan tulang keras (osteon).

Tulang rawan (kartilago)

Bila kalian memegang daun telinga atau ujung hidung, tentu terasa lentur, bukan? Mengapa demikian? Daun telinga dan ujung hidung terasa lentur karena dibentuk dan ditopang oleh tulang rawan. Tulang rawan dibentuk oleh sel-sel tulang rawan (kondrosit) dan bahan dasar (matriks). Matriks tulang rawan merupakan campuran protein dan karbohidrat yang disebut kondrin. Matriks tulang rawan yang terbentuk di antara sel-sel tulang sel-sel tulang rawan mengandung banyak zat perekat (kolagen) dan sedikit zat kapur sehingga tulang rawan bersifat bersifat lentur atau elastis. Tulang rawan dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu tulang rawan hialin, tulang rawan elastis, dan tulang rawan fibrosa.

Tulang keras (osteon)

Berbeda dengan tulang rawan, tulang keras merupakan kumpulan sel-sel tulang (osteosit). Sel-sel tulang mengeluarkan matriks yang mengandung zat kapur dan fosfor sehingga tulang menjadi keras dan tidak lentur. Matriks tulang yang rapat dan padat akan membentuk tulang kompak (tulang keras), misalnya tulang pipa. Matriks tulang yang tidak padat dan berongga-rongga akan membentuk tulang kosong (tulang spons), misalnya tulang pipih dan tulang pendek. Proses perubahan tulang rawan menjadi tulang keras disebut osifikasi.

Bagian dalam dari tulang berisi sumsum tulang. Ada dua macam sumsum tulang, yaitu sumsum merah dan sumsum kuning. Sumsum merah merupakan tempat produksi sel darah merah (eritrosit). Sumsum merah terdapat pada seluruh tulang anak-anak, sedangkan pada orang dewasa sumsum merah terdapat pada ruas tulang belakang, tulang rusuk, danm tulang kepala. Sumsum kuning terdapat pada tulang-tulang anggota gerak orang dewasa.

Berdasarkan bentuknya, tulang keras dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu :

1.   Tulang pendek
Tulang pendek berbentuk silinder kecil (bulat pendek). Contoh tulang pendek adalah ruas-ruas tulang belakang, tulang pergelangan kaki, dan tulang pergelangan tangan.

Contoh tulang pendek, yaitu tulang pergelangan tangan (tanda panah).

Read more of this post

Sistem Peredaran Darah pada Manusia

A.    Darah

Darah merupakan jaringan tubuh yang memiliki fungsi yang sangat penting untuk kelangsungan hidup kita. Pada orang dewasa yang sehat, volume darah kira-kira 8% dari berat tubuh atau lebih kurang lima liter. Adapun fungsi darah antara lain sebagai berikut :

1.   Darah sebagai alat pengangkut
Darah mengangkut sari-sari makanan dan oksigen ke seluruh jaringan tubuh. Darah juga mengangkut zat-zat sisa pembakaran (oksidasi), yaitu karbon dioksida dari sel-sel tubuh ke paru-paru. Darah mengangkut zat-zat sisa metabolisme ke alat-alat pengeluaran.

2.   Darah sebagai alat pertahanan tubuh dari penyakit
Zat antibodi yang terdapat dalam darah berfungsi mempertahankan kekebalan tubuh dari penyakit. Sel darah putih dalam darah berfungsi membinasakan kuman-kuman penyakit yang masuk ke dalam tubuh.

3.   Darah sebagai pengatur suhu tubuh.
Darah memindahkan panas dari alat-alat tubuh yang aktif ke alat-alat tubuh yang tidak aktif sehingga keseimbangan suhu tubuh dapat terjaga.

4.   Darah melakukan proses pembekuan darah
Bila terjadi luka, sel-sel darah pembeku akan melakukan proses pembekuan darah sehingga darah tidak terus-menerus keluar. Dengan demikian, lukan akan tertutup sehingga mencegah infeksi kuman penyakit.

Darah manusia tersusun atas dua komponen, yaitu:

1. Sel-sel darah

Sel darah adalah sel yang hidup dan merupakan bagian darah yang padat. Sel darah putih terdiri dari sel darah merah (eritrosit), sel darah putih (leukosit), dan keping darah atau sel darah pembeku (trombosit).

Sel darah merah (eritrosit) merupakan bagian utama dari sel-sel darah, karena jumlahnya paling banyak dibandingkan dengan sel darah lainnya. Pada orang dewasa, setiap satu mililiter darah mengadung kira-kira lima juta butir sel darah merah. Sel darah merah berbentuk bulat pipih, cekung di bagian tengah, dan tidak memiliki inti. Di dalam sel darah merah terdapat zat warna darah yang disebut hemoglobin (Hb). Sel darah merah pada manusia terbentuk di dalam sumsum tulang. Seseorang yang memiliki sel darah merah kurang dari normal menderita penyakit kurang darah atau anemia. Umur sel darah merah yang beredari di dalam aliran darah sekitar 120 hari. Kemudian sel darah merah yang sudah tua akan mati dan diubah menjadi bilirubin (zat warna empedu).

Sel-sel darah merah

Sel darah putih (leukosit) lebih sedikit jumlahnya dibandingkan dengan sel darah merah. Pada orang dewasa yang normal, setiap satu mililiter darah mengandung kira-kira delapan ribu butir sel darah putih. Sel darah putih dibuat di dalam sumsum merah, limpa, dan kelenjar getah bening (kelenjar limfe). Fungsi utama sel darah putih adalah memakan kuman-kuman penyakit atau benda asing lain yang masuk ke dalam tubuh. Oleh karena itu, sel darah putih bersifat fagosit. Sel darah putih juga berfungsi untuk mengangkut lemak. Jumlah sel darah putih dalam tubuh dapat bertambah atau berkurang. Bila jumlah sel darah putih lebih dari normal, disebut leukositosis. Misalnya, pada penderita kanker darah (leukimia), jumlah sel darah putih dapat meningkat sampai 20 ribu butir tiap mililiter darah. Keadaan ini akan merugikan tubuh karena sel darah putih akan memakan sel darah merah.

Fagositosis sel darah putih.

Bila jumlah sel darah putih sangat menurun, maka tubuh tidak lagi terlindung dari infeksi kuman penyakit. Hal ini berakibat bakteri penyebab penyakit (bakteri patogen) dalam tubuh kita berkembang biak dengan pesat.
Read more of this post

Sistem Pernapasan pada Manusia

 A.     Pengertian pernapasan

Pernapasan atau respirasi adalah pertukaran gas antara makhluk hidup (organisme) dengan lingkungannya. Secara umum, pernapasan dapat diartikan sebagai proses menghirup oksigen dari udara serta mengeluarkan karbon dioksida dan uap air. Dalam proses pernapasan, oksigen merupakan zat kebutuhan utama. Oksigen untuk pernapasan diperoleh dari udara di lingkungan sekitar.

Pernapasan pada manusia mencakup dua proses, yaitu :

1.  Pernapasan eksternal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida yang terjadi antara udara dalam gelembung paru-paru dengan darah dalam kapiler.

2.  Pernapasan internal
Adalah pernapasan dimana pertukaran oksigen dan karbon dioksida antara darah dalam kapiler dengan sel-sel jaringan tubuh.

Dalam proses pernapasan, oksigen dibutuhkan untuk oksidasi (pembakaran) zat makanan. Zat makanan yang dioksidasi tersebut yaitu gula (glukosa). Glukosa merupakan zat makanan yang mengandung energi. Proses oksidasi zat makanan, yaitu glukosa, bertujuan untuk menghasilkan energi. Jadi, pernapasan atau respirasi yang dilakukan organisme bertujuan untuk mengambil energi yang terkandung di dalam makanan.

Hasil utama pernapasan adalah energi. Energi yang dihasilkan digunakan untuk aktivitas hidup, misalnya untuk pertumbuhan, mempertahankan suhu tubuh, pembelahan sel-sel tubuh, dan kontraksi otot

B.      Sistem Pernapasan pada Manusia

Manusia bernapas secara tidak langsung. Artinya, udara untuk pernapasan tidak berdifusi secara langsung melalui permukaan kulit. Difusi udara untuk pernapasan pada manusia terjadi di bagian dalam tubuh, yaitu gelembung paru-paru (alveolus). Pada pernapasan secara tidak langsung, udara masuk ke dalam tubuh manusia dengan perantara alat-alat pernapasan.

Alat-alat Pernapasan pada manusia terdiri dari rongga hidung, faring (tekak), laring (pangkal tenggorokan), trakea (batang tenggorokan), bronkus (cabang tenggorokan), dan pulmo (paru-paru).

Alat pernapasan manusia

Read more of this post

Sistem Pencernaan pada Manusia


Pada dasarnya, semua makhluk hidup harus memenuhi kebutuhan energinya dengan cara mengkonsumsi makanan. Makanan tersebut kemudian diuraikan dalam sistem pencernaan menjadi sumber energi, sebagai komponen penyusun sel dan jaringan tubuh, dan nutrisi yang membantu fungsi fisiologis tubuh.

Gambar lengkap sistem pencernaan pada manusia :

gambar pencernaan

 

A.  Pengertian Sistem Pencernaan Manusia

Pencernaan makanan merupakan proses mengubah makanan dari ukuran besar menjadi ukuran yang lebih kecil dan halus, serta memecah molekul makanan yang kompleks menjadi molekul yang sederhana dengan menggunakan enzim dan organ-organ pencernaan. Enzim ini dihasilkan oleh organ-organ pencernaan dan jenisnya tergantung dari bahan makanan yang akan dicerna oleh tubuh. Zat makanan yang dicerna akan diserap oleh tubuh dalam bentuk yang lebih sederhana. Proses pencernaan makanan pada tubuh manusia dapat dibedakan atas dua macam, yaitu :

1.  Proses pencernaan secara mekanik
Yaitu proses perubahan makanan dari bentuk besar atau kasar menjadi bentuk kecil dan halus. Pada manusia dan mamalia umumnya, proses pencernaan mekanik dilakukan dengan menggunakan gigi.

2.  Proses pencernaan secara kimiawi (enzimatis)
Yaitu proses perubahan makanan dari zat yang kompleks menjadi zat-zat yang lebih sederhana dengan menggunakan enzim. Enzim adalah zat kimia yang dihasilkan oleh tubuh yang berfungsi mempercepat reaksi-reaksi kimia dalam tubuh. Proses pencernaan makanan pada manusia melibatkan alat-alat pencernaan makanan. Alat-alat pencernaan manusia adalah organ-organ tubuh yang berfungsi mencerna makanan yang kita makan. Alat pencernaan dapat dibedakan atas saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan. Kelenjar pencernaan menghasilkan enzim-enzim yang membantu proses pencernaan kimiawi. Kelenjar-kelenjar pencernaan manusia terdiri dari kelenjar air liur, kelenjar getah lambung, hati (hepar), dan pankreas. Berikut ini akan dibahas satu per satu proses pencernaan yang terjadi di dalam saluran pencernaan makanan pada manusia

B.  Saluran Pencernaan Manusia

Saluran pencernaan makanan merupakan saluran yang menerima makanan dari luar dan mempersiapkannya untuk diserap oleh tubuh dengan jalan proses pencernaan (penguyahan, penelanan, dan pencampuran) dengan enzim zat cair yang terbentang mulai dari mulut sampai anus. Saluran pencernaan makanan pada manusia terdiri dari beberapa organ berturut-turut dimulai dari mulut (cavum oris), kerongkongan (esofagus), lambung (ventrikulus), usus halus (intestinum), usus besar (colon), dan anus. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada gambar berikut ini.

 Saluran pencernaan manusia

1.  Mulut

Proses pencernaan dimulai sejak makanan masuk ke dalam mulut. Di dalam mulut terdapat alat-alat yang membantu dalam proses pencernaan, yaitu gigi, lidah, dan kelenjar ludah (air liur). Di dalam rongga mulut, makanan mengalami pencernaan secara mekanik dan kimiawi. Beberapa organ di dalam mulut, yaitu :  

a.  Gigi

Gigi berfungsi untuk mengunyah makanan sehingga makanan menjadi halus. Keadaan ini memungkinkan enzim-enzim pencernaan mencerna makanan lebih cepat dan efisien. Gigi dapat dibedakan atas empat macam yaitu gigi seri, gigi taring, gigi geraham depan, dan gigi geraham belakang. Secara umum, gigi manusia terdiri dari tiga bagian, yaitu mahkota gigi (korona), leher gigi (kolum), dan akar gigi (radiks). Mahkota gigi atau puncak gigi merupakan bagian gigi yang tampak dari luar. Setiap jenis gigi memiliki bentuk mahkota gigi yang berbeda-beda. Gigi seri berbentuk seperti pahat, gigi taring berbentuk seperti pahat runcing, dan gigi geraham berbentuk agak silindris dengan permukaan lebar dan datar berlekuk-lekuk. Bentuk mahkota gigi pada gigi seri berkaitan dengan fungsinya untuk memotong dan menggigit makanan. Gigi taring yang berbentuk seperti pahat runcing untuk merobek makanan. Sedangkan gigi geraham dengan permukaan yang lebar dan datar berlekuk-lekuk berfungsi untuk mengunyah makanan. Leher gigi merupakan bagian gigi yang terlindung dalam gusi, sedangkan akar gigi merupakan bagian gigi yang tertanam di dalam rahang. Bila kita amati gambar penampang gigi, maka akan tampak bagian-bagian seperti pada gambar berikut ini.


Bagian-bagian gigi

Email gigi merupakan lapisan keras berwarna putih yang menutupi mahkota gigi. Tulang gigi, tersusun atas zat dentin. Sumsum gigi (pulpa), merupakan rongga gigi yang di dalamnya terdapat serabut saraf dan pembuluh-pembuluh darah. Itulah sebabnya bila gigi kita berlubang akan terasa sakit, karena pada sumsum gigi terdapat saraf. Read more of this post