Resiko TKI Ilegal

Istilah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) ilegal umumnya dipakai untuk menyebut orang Indonesia yang bekerja ke luar negeri tanpa menggunakan cara yang sesuai dengan peraturan dan tidak memiliki dokumen sah.

Mengapa Bisa Ilegal ?

  1. Sejak berangkat tidak melalui prosedur yang benar, hanya berbekal paspor atau bahkan tanpa paspor sama sekali alias masuk ke negara lain secara gelap.
  2. Berangkat ke luar negeri dengan tujuan bekerja namun tidak memiliki visa kerja, melainkan menggunakan visa kunjungan sementara yang masa berlakunya terbatas.
  3. Sewaktu berangkat ke luar negeri memang melalui prosedur resmi dan tidak memiliki dokumen sebagai TKI, namun dari tempat kerjanya semula kemudian berpindah-pindah atau melarikan diri ke tempat kerja lain tanpa mengurus dokumen kerja yang baru.
  4. Dokumen kerja dan izin tinggal di negara itu telah habis masa berlakunya namun yang bersangkutan terus bekerja atau tinggal di negara itu tanpa memperpanjang dokumennya.

Bahaya dan Resiko Menjadi TKI Ilegal

  1. Sponsor atau orang yang menjanjikan pekerjaan sering melarikan uang yang disetor calon TKI.
  2. Dalam proses penampungan dan perjalanan ke luar negeri TKI diperlakukan tidak manusiawi. Jika tertangkap, aparat akan ditindak.
  3. Majikan membayar upak TKI lebih rendah dari yang seharusnya atau malah tidak membayar.
  4. Majikan bebas memperlakukan TKI semaunya, tidak manusiawi, dan membatasi hak-hak TKI.
  5. Di luar negeri TKI selalu merasa was-was khawatir ditangkap polisi.
  6. Jika tertangkap aparat di negara setempat, TKI ilegal langsung dipenjara dan di deportasi ke perbatasan Indonesia.
  7. Jika TKI mengalami musibah, sakit atau kecelakaan, tidak ada santunan asuransi.

Agar terhindar dari resiko-resiko tersebut, para calon TKI harus mengetahui syarat dan prosedur bekerja ke luar negeri serta memahami hak dan kewajibannya sebagai TKI seperti yang tertuang di dalam perjanjian kerja. Berikut beberapa hal yang harus diperhatikan seorang tenaga kerja untuk menjadi TKI.

  1. Memiliki kemampuan, keterampilan, keulatan, kedisiplinan, dan etos kerja tinggi untuk melaksanakan pekerjaan.
  2. Melengkapi diri dengan dokumen-dokumen yang sah.
  3. Mematuhi prosedur dan peraturan yang berlaku di dalam dan di luar negeri.
  4. Memahami cara menghindari dan menyelesaikan masalah yang mungkin terjadi.
Advertisements

Agar Nasabah Kian Betah

Mencari nasabah memang pekerjaan sulit, tapi mempertahankan nasabah jauh lebih sulit. Hanya nasabah yang terpuaskan oleh pelayanan sajalah yang akan bertahan sebagai nasabah. Untuk mempertahankan nasabah, jelas perlu kerja keras. Salah satu faktor kunci mempertahankan nasabah sebenarnya ada pada cara kerja bank sendiri, yang dikenal dengan financial planner (perencana keuangan). Merekalah yang sehari-hari berinteraksi langsung dengan nasabah. Bila mereka mampu berhubungan baik dengan nasabah dan mampu memberikan pelayanan yang terbaik, maka bisa dipastikan nasabah akan bertahan menyimpan uangnya di perusahaan jasa keuangan tersebut. Menurut survei yang diselenggarakan oleh Jobs Rated Almanac, AS, financial planner menduduki posisi sebagai profesi yang paling favorit di Amerika Serikat saat ini. Sumber daya manusia dengan klasifikasi semacam itu harus bisa dihadirkan oleh perusahaan yang bergerak dalam industri jasa keuangan. Mereka harus diciptakan, direkrut, dilatih, dan selanjutnya diberi imbalan yang baik. Dengan demikian, mereka akan mampu menghasilkan ide-ide dan nasihat keuangan yang bermutu di semua aspel keuangan nasabahnya. Profesi ini memang tergolong baru di dunia keuangan, sehingga pendidikan dan pelatihan untuk mereka pun belum banyak diselenggarakan di Indonesia.

Bagaimana Kualitas Penduduk Indonesia?

Bagaimana kualitas penduduk Indonesia? Secara spontan kita pasti akan mengatakan bahwa kualitas penduduk Indonesia masih tergolong rendah. Kualitas penduduk dicerminkan dari tingkat pendapatan, tingkat pendidikan, dan tingkat kesehatan.

a.   Tingkat Pendapatan

Pendapatan penduduk Indonesia walaupun mengalami peningkatan tetapi masih tergolong rendah dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain. Perhatikan tabel berikut ini.

Pendapatan Per Kapita Beberapa Negara Tahun 2010
No. Negara Pendapatan Per Kapita (US $)
1. Amerika Serikat 47.140
2. Australia 43.740
3. Jepang 42.150
4. Malaysia 7.900
5. Singapura 40.920
6. Indonesia 2.580
7. Thailand 4.210
8. Filipina 2.050
9. Inggris 38.540
10. Korea Selatan 19.890

Dengan pendapatan per kapita yang masih rendah berakibat penduduk tidak mampu memenuhi kebutuhan hidupnya, sehingga sulit mencapai kesejahteraan. Rendahnya pendapatan per kapita penduduk di Indonesia terutama disebabkan oleh :

  1. Pendapatan nasional yang masih rendah. Hal ini disebabkan sumber daya alam yang dimiliki belum sepenuhnya dikelola dan dimanfaatkan untuk kesejahteraan rakyat.
  2. Jumlah penduduk yang besar dan pertumbuhan penduduk yang tinggi tiap tahunnya.
  3. Masih rendahnya penguasaan teknologi oleh penduduk sehingga pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya alam kurang optimal.

b.   Tingkat Pendidikan

Pemerintah Indonesia telah berusaha keras untuk meningkatkan mutu pendidikan penduduk melalui berbagai program pemerintah di bidang pendidikan, seperti program beasiswa, adanya bantuan operasional sekolah (BOS), program wajib belajar, dan sebagainya. Walaupun demikian, karena banyaknya hambatan yang dialami, maka hingga saat ini tingkat pendidikan bangsa Indonesia masih tergolong rendah.

Beberapa faktor yang menyebabkan rendahnya tingkat pendidikan penduduk Indonesia sebagai berikut :

  1. Rendahnya pendapatan per kapita penduduk, menyebabkan orang tua tidak mampu membiayai anaknya sekolah, sehingga banyak anak yang putus sekolah atau berhenti sekolah sebelum tamat.
  2. Ketidakseimbangan antara jumlah murid dengan sarana pendidikan yang ada seperti kelas, guru, dan buku-buku pelajaran. Hal ini menyebabkan tidak semua anak usia sekolah tertampung belajar di sekolah, terutama di daerah pelosok dan terpencil yang sulit dijangkau program pemerintah.
  3. Masih kurangnya kesadaran penduduk terhadap pentingnya pendidikan, sehingga anak tidak disekolahkan tetapi justru diarahkan untuk bekerja membantu memenuhi ekonomi keluarga.

c.   Tingkat Kesehatan

Tingkat kesehatan penduduk merupakan salah satu faktor yang menunjang keberhasilan pembangunan. Tingkat kesehatan suatu negara dapat dilihat dari besarnya angka kematian bayi dan usia harapan hidup penduduknya.

Hal ini terlihat dari tingginya angka kematian bayi dan angka harapan hidup yang lebih rendah dibandingkan dengan negara-negara maju. Rendahnya kualitas kesehatan penduduk umumnya disebabkan oleh :

  1. Lingkungan yang tidak sehat.
  2. Gejala kekurangan gizi yang sering dialami penduduk.
  3. Penyakit menular yang sering terjangkit.
  4. Masih rendahnya kesadaran masyarakat terhadap kesehatan.

Pengertian Pajak dan Retribusi

Menurut Undang-Undang Nomor 6 Tahun 1983 tentang ketentuan umum dan tata cara perpajakan Indonesia yang telah disempurnakan dengan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2007, pajak adalah : iuran wajib yang dibayar oleh wajib pajak berdasarkan norma-norma hukum untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran kolektif guna meningkatkan kesejahteraan umum yang balas jasanya tidak diterima secara langsung.

Berdasarkan pengertian tersebut, pajak mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Iuran wajib dikenakan kepada masyarakat wajib pajak.
  2. Iuran wajib yang ditetapkan dengan norma-norma atau aturan hukum.
  3. Digunakan untuk membiayai kepentingan umum/bersama.
  4. Bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
  5. Balas jasanya tidak diterima secara langsung.

Uraian di atas telah menyiratkan bahwa pajak sifatnya wajib dan dapat dipaksakan, yang lalai akan kewajiban membayar pajak dapat dikenakan sanksi. Dalam pemungutannya, pajak diatur dengan undang-undang dan peraturan-peraturan yang memberikan rasa keadilan sekaligus kepastian hukum.

Pemerintah juga melakukan pengutan resmi selain pungutan pajak, yaitu retribusi. Retribusi adalah pungutan yang dikenakan kepda masyarakat yang menggunakan fasilitas yang disediakan oleh negara. Di sini terlihat bahwa bagi mereka yang membayar retribusi akan menerima balas jasanya secara langsung berupa fasilitas negara yang digunakannya. Pungutan ini juga diatur oleh undang-undang negara, yaitu Undang-Undang Nomor 19 Tahun 1997 tentang Pajak Daerah dan Retribusi.

Agar dapat lebih memahami apa itu retribusi, berikut ini akan diberikan contoh gambarannya. Keluarga Pak Tono beserta dengan kedua anaknya pergi ke tempat rekreasi. Mereka menggunakan mobil pribadi. Agar cepat sampai ke tempat tujuan, Pak Tono memilih menggunakan jalan tol. Saat di pintu keluar tol, Pak Tono harus membayar karcis sebagai biaya retribusi pemakaian jalan tol. Hal itu mereka alami juga saat tiba di tempat rekreasi, Pak Tono kembali harus membayar karcis masuk ke tempat hiburan dan karcis parkir mobil miliknya untuk biaya retribusi pemakaian sarana rekreasi dan tempat parkir.

Contoh lain pungutan retribusi antara lain adalah :

  1. Retribusi kebersihan
  2. Retribusi masuk terminal
  3. Retribusi tontonan
  4. Retribusi iklan
  5. Retribusi izin usaha

Secara ringkas uraian di atas telah menggambarkan bahwa terdapat perbedaan antara pajak dan retribusi, lebih jelasnya sebagai berikut :

Pajak :

  1. Masyarakat tidak menerima balas jasa secara langsung atas pungutan yang dibayarnya.
  2. Pemungutannya dapat dipaksakan dan bagi mereka yang tidak membayar pajak dikenakan sanksi hukum yang berlaku.
  3. Setiap warna negara sesuai ketetapan peraturan merupakan objek pajak.
  4. Dipungut oleh pemerintah pusat.

Retribusi :

  1. Masyarakat menerima balas jasa secara langsung atas pungutan yang dibayarnya.
  2. Pemungutannya hanya dapat dipaksakan kepada mereka yang menggunakan fasilitas negara.
  3. Objek retribusi hanya mereka yang menggunakan fasilitas negara.
  4. Dipungut oleh pemerintah daerah.