Masalah Bagi Remaja Perokok

Selain bisa menyebabkan kematian dan berbagai komplikasi penyakit lainnya. Remaja yang sudah merokok diketahui bisa memicu berbagai masalah yang muncul. Berikut performa remaja si perokok.

Merokok saat remaja membuatnya berisiko kena masalah kesehatan yang serius karena masih berada pada usia pertumbuhan. Rokok ini tidak hanya menyebabkan masalah kesehatan pada tingkat fisik namun juga emosionalnya.

Para ahli mengungkapkan risiko kesehatan merokok pada remaja jauh lebih buruk dibanding dengan orang dewasa yang merokok.

Berikut ini beberapa masalah yang bisa muncul jika remaja merokok yang bisa terlihat dari penampilannya, seperti dikutip dari Livestrong, Sabtu (19/5/2012) yaitu:

1.   Mengganggu performa di sekolah

Remaja yang merokok akan mengalami penurunan dalam nilai olahraganya karena tidak bisa berjalan jauh atau berlari cepat seperti sebelum merokok. Jika ikut ekstrakurikuler musik akan membuatnya tidak maksimal saat main musik, serta menurunkan kemampuan memori otaknya dalam belajar yang bisa mempengaruhi nilai-nilai pelajarannya.

2.   Perkembangan paru-paru terganggu

Tubuh berkembang pada tahap pertumbuhannya, dan jika seseorang merokok pada periode ini bisa mengganggu perkembangan paru-parunya. Terlebih jika remaja merokok setiap hari, maka bisa membuatnya sesak napas, serta batuk yang terus menerus, dahak berlebihan dan lebih mudah terkena pilek berkali-kali.

3.   Lebih sulit sembuh saat sakit

Ketika remaja sakit maka mereka akan lebih sulit baginya untuk bisa kembali sehat seperti semula karena rokok mempengaruhi sistem imun di dalam tubuh. Rokok ini juga memicu masalah jantung di usia muda serta mengurangi kekuatan tulang.

4.   Kecanduan

Remaja yang merokok cenderung menjadi kecanduan terhadap nikotin yang membuatnya lebih sulit untuk berhenti merokok. Saat ia memutuskan untuk berhenti merokok, maka gejala emosional seperti depresi, insomnia, mudah marah dan masalah mentalnya bisa berdampak negatif pada kinerja sekolah serta perilakunya.

5.   Terlihat lebih tua dari usianya

Orang yang mulai merokok di usia muda akan mengalami proses penuaan lebih cepat (penuaan dini). Ia akan memiliki garis-garis di wajah serta kulit lebih kering sehingga penampilannya akan lebih tua dibanding usianya. Selain itu rokok juga membuat remaja memiliki jerawat atau masalah kulit lainnya, serta gigi yang kuning.

Advertisements

Bahan Pembasmi Serangga (Insektisida)

Salah satu insektisida pembasmi nyamuk yang beredar di pasaran.

Bahan pembasmi serangga disebut juga insektisida. Serangga di rumah atau di kantor yang paling sering menggangu dan menjadi sasaran utama pembasmi serangga adalah nyamuk. Selain itu, berbagai jenis serangga lain seperti semut, kecoa, lipas, lalat, dan kutu busuk, juga merupakan sasaran pembasmi serangga.

Bahan pembasmi serangga tergolong zat yang bersifat racun. Zat ini tidak hanya beracun bagi serangga. Tetapi juga bagi berbagai jenis hewan lain, bahkan bagi manusia. Oleh karena itu, kita harus hati-hati menyimpan bahan pembasmi serangga, terutama dari jangkauan anak-anak.

Sama seperti bahan pencuci, bahan pembasmi serangga juga tersedia dalam berbagai bentuk dan merek. Ada yang berupa padatan, ada pula yang berupa cairan. Cara penggunaannya juga beragam. Insektisida yang berupa padatan ada yang ditaburkan sebagai bubuk atau dikemas seperti kapur tulis, ada  juga yang harus dibakar. Sedangkan yang berupa cairan ada yang diuapkan dengan listrik, ada pula yang harus disemprotkan. Dalam penggunaan obat nyamuk semprot, ada yang disemprot dengan alat seperti pompa, ada pula yang sudah dikemas, sehingga siap pakai (berupa aerosol). Obat nyamuk semprot seringkali bermasalah karena tetesannya yang kurang halus, sehingga boros dan meninggalkan residu, sedangkan obat nyamuk yang sudah dikemas berupa aerosol, tetesannya lebih halus dan tidak meninggalkan residu tetapi harganya relatif mahal.

Berbagai jenis bahan kimia digunakan dalam pembasmi serangga. Di antaranya adalah propoksur, transflutrin dan permetrin.

Wangi Tidak Berarti Aman

Berbagai jenis produk pembasmi serangga beredar di pasaran. Sekarang ini, bahkan ada produk pembasmi serangga yang diberi tambahan pewangi, sehingga mengesankan produk itu aman bagi manusia. Meskipun demikian, tidak ada pembasmi serangga yang aman bagi manusia. Hal ini dikarenakan bahan kimia yang digunakan dalam pembasmi serangga tergolong zat yang beracun, tidak hanya bagi serangga itu sendiri, akan tetapi juga bagi manusia jika digunakan secara tidak tepat dan berlebihan.

Banyak iklan-iklan produk pembasmi serangga yang tidak mendidik, sehingga masyarakat pengguna produk menjadi salah kaprah dalam menggunakan produk tersebut. Jadi, meskipun wangi, tidak berarti produk tersebut aman jika terhirup oleh kita. Dalam jangka pendek, pembasmi serangga yang terhirup mungkin tidak akan terasa pengaruhnya bagi kesehatan kita. Akan tetapi, dalam jangka panjang dapat berpengaruh buruk pada kesehatan, misalnya dapat menyebabkan kanker. Oleh karena itu, kita harus berhati-hati dalam penggunaannya.

Fungsi Antioksidan

Vitamin C adalah salah satu antioksidan terbaik untuk tubuh.

Antioksidan ditambahkan untuk mencegah ketengikan pada makanan yang mengandung lemak atau minyak. Misalnya minyak goreng, keju, saus, roti, dan sereal.

Ketengikan pada bahan makanan terjadi karena lemak atau minyak mengalami suatu proses yang disebut oksidasi. Proses oksidasi itu berlangsung dengan melibatkan radikal bebas, yaitu suatu spesi kimia yang sangat reaktif. Nah, antioksidan bertindak menetralkan radikal bebas tersebut. Antioksidan akan mengikat radikal bebas tersebut membentuk suatu radikal yang kurang reaktif. Dengan begitu, proses oksidasi dapat dihambat.

Antioksidan ada yang diperoleh secara alami, ada pula yang sintetis. Contoh antioksidan alami antara lain lesitin, vitamin E, dan asam askorbat (Vitamin C). Contoh antioksidan sintetis antara lain BHA (Butylated Hidroxyanisole) dan BHT (Butylated Hidroxytoluene).

Catatan :

Radikal bebas juga dapat merusak sel hidup. Mengkonsumsi antioksidan, seperti vitamin C dan vitamin E, dapat memperlambat proses penuaan. Radikal bebas juga dapat mendegradasi berbagai bahan, seperti karet, bensin, dan minyak pelumas. Oleh karena itu, ke dalam karet, bensin, dan pelumas juga perlu ditambahkan antioksidan.

Karbohidrat Sebagai Sumber Energi Tubuh

Karbohidrat berguna sebagai sumber energi bagi tubuh. Karbohidrat tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), dan oksigen (O). Karbohidrat merupakan sumber kalori utama bagi tubuh kita karena 80% dari kalori yang diperlukan tubuh manusia berasal dari karbohidrat. Setiap 1 gram karbohidrat mengandung 4,1 kalori.

Bahan makanan yang banyak mengandung karbohidrat antara lain : beras, jagung, sagu, gandum, singkong, ubi, kentang, talas, buah-buahan, dan gula.

Bahan makanan yang menjadi sumber karbohidrat.

Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi :

  • Menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh.
  • Berperan penting dalam proses metabolisme di dalam tubuh.
  • Pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Karbohidrat dapat dikelompokkan menjadi tiga golongan, yaitu monosakarida, disakarida, dan polisakarida.

Monosakarida

Monosakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari satu molekul gula. Monosakarida merupakan karbohidrat yang paling sederhana. Contohnya glukosa dan fruktosa.

Disakarida

Disakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari dua molekul gula, atau terdiri dari dua unit monosakarida. Contohnya sukrosa (gula putih) dan maltosa. Sukrosa terdiri dari glukosa dan fruktosa. Maltosa terdiri dari glukosa dan glukosa.

Polisakarida

Polisakarida adalah karbohidrat yang terdiri dari banyak molekul gula atau terdiri dari banyak unit monosakarida. Contohnya : pati (amilum), glikogen, dan selulosa. Glikogen sering disebut sebagai gula otot. Selulosa merupakan pembentuk dinding sel tumbuhan.

Di dalam tubuh, karbohidrat yang dapat larut dan diserap oleh usus halus adalah glukosa. Jadi, makanan yang mengandung karbohidrat yang kita makan harus dicerna terlebih dahulu hingga menjadi glukosa. Selanjutnya, glukosa dapat diserap oleh usus halus. Setelah diserap oleh usus halus, glukosa masuk ke dalam darah dan diedarkan ke seluruh sel-sel tubuh. Glukosa inilah yang digunakan sebagai bahan oksidasi untuk menghasilkan energi. Proses oksidasi di dalam sel-sel tubuh membutuhkan oksigen dan terjadi melalui suatu rangkaian reaksi kimia. Oksigen untuk oksidasi diperoleh dari pernapasan.

Oksidasi glukosa akan menghasilkan energi yang digunakan untuk aktivitas hidup. Jadi, karbohidrat berperan penting dalam penyediaan energi bagi tubuh manusia. Jika seseorang kekurangan karbohidrat dalam makanannya, maka tubuhnya menjadi lemah dan kurus. Akibatnya, daya tahan tubuh terhadap penyakit berkurang.

Kebutuhan karbohidrat untuk setiap orang berbeda-beda tergantung pada usia, jenis kelamin, dan aktivitasnya. Misalnya, seorang dewasa yang bekerja berat membutuhkan karbohidrat delapan sampai sepuluh gram setiap kilogram berat badannya setiap hari.

Di dalam tubuh, kelebihan karbohidrat disimpan di dalam hati atau otot dalam bentuk glikogen. Kapasitas pembentukan glikogen terbatas. Kapasitas pembentukan glikogen terbatas. Apabila penimbunan glikogen telah mencapai batasnya, maka kelebihan karbohidrat di dalam tubuh diubah menjadi lemak. Lemak ditimbun di dalam jaringan lemak yang terdapat di bawah kulit.

Protein Sebagai Bahan Pembangun Tubuh

Sampai batas usia tertentu, tubuh manusia akan mengalami pertumbuhan, yaitu bertambah tinggi dan besar. Hal tersebut disebabkan adanya proses pembelahan sel yang menghasilkan sel baru sehingga sel-sel tubuh bertambah banyak. Mungkin kita tidak menyadari atau merasakan bahwa tubuh kita yang dulunya pendek dan kecil sekarang bertambah tinggi dan besar. Hal ini terjadi karena setiap hari kita menyantap makanan yang cukup gizi terutama makanan yang mengandung protein. Oleh karena itu protein disebut zat pembangun, karena protein berperan dalam pertumbuhan. Selain itu, sel-sel tubuh kita juga dapat rusak atau tua sehingga perlu diganti oleh sel-sel yang baru. Untuk mengganti sel-sel juga diperlukan zat pembangun, yaitu protein.

Protein berguna sebagai bahan pembangun sel-sel dalam jaringan tubuh dan mengganti atau memperbaiki sel-sel dalam jaringan tubuh yang rusak. Oleh karena itu, anak-anak dalam proses pertumbuhan perlu mendapatkan protein yang cukup. Protein tersusun dari unsur-unsur karbon (C), hidrogen (H), oksigen (O), dan nitrogen (N). Beberapa protein tertentu, selain mengandung unsur-unsur tersebut juga mengandung unsur belerang atau sulfur (S) dan fosfor (P).

Protein dibentuk oleh berbagai macam asam amino. 20 asam amino diperlukan untuk membentuk protein-protein dalam tubuh manusia. 10 asam amino di antaranya tidak dapat dibuat di dalam tubuh manusia, sehingga diperoleh dari makanan yang mengandung protein. Karena sangat penting bagi tubuh, maka 10 asam amino tersebut disebut asam amino esensial. Asam amino yang lain dapat dibentuk oleh tubuh. Asam amino ini disebut asam amino non-esensial. Setelah melalui proses pencernaan, protein diserap oleh usus halus dalam bentuk asam amino.

Protein yang kita makan dapat berasal dari hewan (protein hewani) dan dari tumbuhan (protein nabati). Bahan makanan yang mengandung protein hewani antara lain daging, ikan, telur, susu, dan keju. Bahan makanan yang mengandung protein nabati adalah kacang kedelai (tempe, tahu), kacang hijau, dan kacang-kacangan lainnya. Kacang kedelai merupakan salah satu sumber protein yang terbaik.

Sumber bahan makanan yang mengandung protein.

Kebutuhan protein setiap orang berbeda-beda sesuai dengan tingkat pertumbuhan dan kondisi orang tersebut. Faktor yang mempengaruhi kebutuhan protein antara lain : usia, berat badan, jenis kelamin, kondisi tubuh, dan penyakit. Misalnya, seorang anak yang sedang mengalami pertumbuhan memerlukan lebih banyak protein daripada orang dewasa. Umumnya, orang dewasa membutuhkan sebanyak satu gram untuk setiap kilogram berat badan setiap hari.

Seseorang yang kekurangan protein, terutama pada anak-anak yang sedang mengalami pertumbuhan dapat menderita penyakit kwashiorkor. Penyakit ini menyebabkan terjadinya hambatan pertumbuhan, otot tidak berkembang dengan baik, menurunnya respon saraf psikomotorik, dan biasanya warna rambut pirang serta mudah rontok. Bila kekurangan protein ini berlanjut, maka dapat menyebabkan terjadinya penyakit busung lapar atau hongeroedem. Penyakit ini biasanya ditandai oleh timbulnya pembengkakan (udema), terutama pada kaki.

Penyakit busung lapar disebabkan karena kekurangan protein.

Selain sebagai bahan pembangun tubuh, protein juga berfungsi sebagai berikut :

  • Sebagai penghasil energi, meskipun bukan sebagai energi utama. Setiap 1 gram protein menghasilkan 5,3 kalori.
  • Membuat substansi penting, misalnya enzim dan hormon yang membantu proses metabolisme tubuh.
  • Menjaga keseimbangan asam-basa dalam tubuh.

Dampak Negatif Minuman Keras

Minuman keras meliputi seluruh jenis minuman yang mengandung alkohol (nama kimianya etanol). Menurut catatan arkeologi, minuman beralkohol sudah dikenal manusia sejak kurang lebih 5000 tahun yang lalu. Minuman beralkohol merupakan bagian dari kehidupan sehari-hari pada berbagai kebudayaan tertentu. Di Indonesia, dikenal beberapa minuman lokal yang beralkohol, misalnya brem, tuak, dan ciu.

Minuman beralkohol.

Alkohol dapat dibuat melalui proses fermentasi (peragian) berbagai jenis bahan yang mengandung gula, misalnya buah-buahan (seperti anggur dan apel), biji-bijian (seperti beras dan gandum), umbi-umbian (seperti singkong), dan madu. Melalui proses fermentasi dapat diperoleh alkohol dengan kadar 14%. Alkohol dengan kadar yang lebih tinggi dapat diperoleh melalui penyulingan. Selain melalui proses fermentasi, alkohol juga dapat dibuat dari etena, suatu produk dari minyak bumi.

Menurut peraturan Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan Departemen Kesehatan, minuman keras dibagi ke dalam tiga golongan berdasarkan kadar alkohol di dalamnya, yaitu :

  • Golongan A   :   kadar alkohol 1% – 5%, misalnya bir.
  • Golongan B   :   kadar alkohol 5% – 20%, misalnya anggur.
  • Golongan C   :   kadar alkohol 20% – 45%, misalnya wiskey dan vodka.

Pengaruh Minuman Keras terhadap Peminum

Pada dasarnya, alkohol (etanol) mempunyai sifat menekan aktivitas susunan saraf pusat. Sama dengan kafein dan nikotin, alkohol merupakan zat adiktif yang paling banyak digunakan. Dalam bidang kedokteran, alkohol digolongkan sebagai depresan. Dalam jumlah sedikit, mula-mula alkohol akan menekan pusat pengendalian diri. Oleh karena itu, rasa malu peminum minuman keras akan berkurang, sehingga peminum lebih berani berbicara, merasa santai, dan tidak merasakan kecemasan. Dalam jumlah yang lebih banyak, peminum akan sempoyongan, berbicara pelo, dan kemampuannya menilai sesuatu akan berkurang untuk sementara waktu. Dalam jumlah yang lebih banyak lagi dapat menyebabkan koma, bahkan kematian. Ada juga orang yang sangat peka terhadap minuman keras. Dalam jumlah sedikit saja akan menyebabkan perubahan tingkah laku yang nyata, yaitu menjadi agresif dan cenderung melawan orang lain.

Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, alkohol dapat menyebabkan ketergantungan. Jika orang yang mengalami ketergantungan ini pada suatu saat menghentikan kebiasaannya minum minuman keras, akan timbul berbagai gangguan fisik maupun psikis. Misalnya tangan, lidah, dan kelopak mata bergetar, mual, lesu, detak jantung bertambah cepat, berkeringat, resah, sedih, mudah tersinggung, penurunan kesadaran yang akut (delirium), kehilangan daya ingat (amnesia), dan melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada (halusinasi).

Kebiasaan minum minuman keras dalam jumlah banyak dan dalam jangka panjang dapat pula menimbulkan kerusakan pada hati (kanker hati atau cirrhosis hepatis), otak, jantung, pankreas, lambung, impotensi, dan pembesaran payudara pada pria. Kerusakan permanen pada otak dapat menyebabkan gangguan daya ingat, gangguan kemampuan belajar, dan gangguan jiwa tertentu.

Penelitian pada wanita hamil yang sering minum minuman keras, menunjukkan adanya indikasi gangguan pada bayi yang dilahirkan. Termasuk di antaranya adalah kepala (otak) lebih kecil, jari-jari tangan atau kaki tidak lengkap, retardasi mental (terbelakang), hiperaktif, dan problem tingkah laku lainnya. Hal yang sangat perlu diperhatikan juga adalah bahwa orang tua yang peminum menjadi contoh yang kurang baik bagi anak-anaknya.

Minuman keras juga memberi dampak buruk secara sosial. Menurut penelitian terhadap narapidana di Amerika Serikat, 80% di antaranya melakukan kejahatan di bawah pengaruh minuman keras. Bukan hanya itu, mengendarai kendaraan bermotor atau menjalankan mesin di pabrik setelah minum minuman keras dapat membahayakan dirinya atau orang lain. Hal itu terjadi karena alkohol menyebabkan kecermatan penglihatan berkurang, kemampuan membedakan warna terganggu, koordinasi gerakan tubuh juga terganggu, dan respon tubuh menjadi lebih lamban, sementara sikap nekat bertambah.

Spiritus Adalah Juga Etanol

Selain dalam minuman keras, alkohol (etanol) juga digunakan sebagai bahan bakar (misalnya spiritus) dan pelarut (misalnya untuk melarutkan cat minyak). Untuk tujuan tersebut, tersedia alkohol yang relatif murah, yang disebut alkohol teknis. Alkohol teknis biasanya berkadar 96%. Supaya tidak disalahgunakan (diminum), alkohol teknis biasanya dicampur dengan suatu bahan yang beracun atau berbau busuk. Alkohol yang sudah diberi racun atau bahan yang tidak sedap ini disebut alkohol terdenaturasi. Salah satu racun yang sering digunakan adalah metanol. Metanol dapat menyebabkan kebutaan permanen atau bahkan kematian. Minuman beralkohol (minuman keras) jauh lebih mahal dari alkohol teknis karena dikenakan cukai yang tinggi. cukai tinggi dimaksudkan antara lain supaya tidak terlalu mudah diperoleh, sehingga mengurangi minat orang untuk meminumnya.

Dampak Negatif dan Bahaya Merokok

Rokok dibuat dari daun tembakau. Tembakau (Nicotiana tabacum L.) mengandung suatu senyawa psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental, emosi, dan tingkah laku orang yang memakainya) yang disebut nikotin. Tembakau diduga berasal dari Argentina. Orang Indian merokok atau mengunyah tembakau dalam upacara adat sejak zaman dahulu. Columbus memperkenalkan tembakau ke Eropa pada tahun 1490-an. Dari Eropa, tembakau kemudian menyebar ke Afrika dan Asia.

Kebun tembakau. Dari daun tanaman inilah diperoleh bahan baku rokok.

Kadar nikotin dalam tembakau berkisar antara 1% – 4%. Jadi, dalam satu batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg nikotin. Selain mengandung nikotin, rokok tembakau juga mengandung zat-zat organik lain dan berbagai bahan tambahan (zat aditif).

Pada waktu rokok diisap, tersedot pula hasil pembakaran yang berupa karbondioksida (CO2), karbonmonoksida (CO), PAH, tar, dinitrogen oksida (N2O), amonia, dan berbagai zat lain. Jumlah zat-zat itu tidak kurang dari 4000 macam senyawa. Sebagian besar nikotin terbakar ketika rokok dibakar, tetapi sekitar 0,25 mg nikotin per batang rokok sampai ke paru-paru. Efek negatif dari beberapa zat kimia yang berasal dari rokok adalah sebagai berikut :

  1. Karbon monoksida (CO), merupakan gas yang sangat beracun, mudah terikat pada hemoglobin, sehingga mengurangi kemampuan darah mengikat oksigen. Hal itu akan mengakibatkan jantung bekerja lebih keras. Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan kematian.
  2. PAH, merupakan zat penyebab kanker.
  3. Tar dan resin, suatu cairan kental berwarna kuning-cokelat. Tar dan resin juga dapat mengiritasi sistem pernapasan, sehingga menjadi sulit bernapas. Keduanya dapat menumpuk dan mengganggu kerja paru-paru. Sekitar 30 jenis senyawa yang terdapat dalam tar diduga dapat menyebabkan kanker.
  4. Nikotin, zat bersifat racun dan dapat menyebabkan adiksi (ketergantungan). Nikotin merupakan stimulan susunan saraf pusat. Dosis fatal nikotin pada manusia adalah 60 mg.

Perokok pemula dapat mengalami keracunan nikotin. Gejala keracunan nikotin ditandai dengan mual, muntah, nyeri kepala, keringat dingin, tak mampu memusatkan pikiran, kesadaran berkurang, dan denyut nadi bertambah cepat. Pada pemakaian rokok yang lama dapat terjadi ketergantungan fisik. Gejala pemantangan rokok berupa denyut jantung bertambah cepat, gemetar (tremor) pada tangan, suhu tubuh naik, dorongan yang kuat untuk merokok lagi, mudah marah, tekanan darah sedikit menurun, terasa ada kedutan pada otot, nyeri kepala, dan kehilangan selera makan (anoreksia). Banyaknya gejala pemantangan itulah yang menyebabkan seorang perokok berat susah berhenti merokok. Oleh karena itu, jangan pernah mencoba-coba merokok, sebab kebanyakan pecandu rokok berawal dari hanya sekedar mencoba-coba!

Merokok tembakau jelas merugikan kesehatan. Merokok terbukti menyebabkan berbagai penyakit seperti kanker paru-paru, kanker mulut, penyakit jantung koroner, dan pengerasan pembuluh nadi (arteriosklerosis). Dewasa ini, ratusan ribu orang meninggal setiap tahun akibat merokok tembakau. Sebagain besar di antara perokok itu sebenarnya ingin berhenti. Akan tetapi, rokok bersifat candu (adiktif). Sekali seseorang terbiasa merokok, sangat sulit baginya untuk berhenti.

Asap rokok berbahaya bagi orang di sekitarnya yang disebut perokok pasif.

Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif. Asap rokok juga berbahaya bagi orang di sekitarnya yang secara tidak sengaja ikut mengisapnya, yang disebut sebagai perokok pasif. Resiko yang dihadapi perokok pasif sama dengan perokok aktif.